
Surabaya, mediakorannusantara.com – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Golkar, Hadi Setiawan, menekankan pentingnya kehadiran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dalam menghadapi potensi kekeringan yang berdampak pada sektor pertanian dan masyarakat.
Hadi menyampaikan, sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat, Pemprov Jatim memiliki tanggung jawab untuk hadir dalam setiap persoalanT yang dihadapi masyarakat, baik dalam bentuk dukungan moril maupun bantuan konkret.
“Pemerintah harus hadir memberikan solusi, baik itu soal mentalnya masyarakat petani dan khususnya tentang bantuan-bantuan yang bisa diberikan kepada masyarakat Jawa Timur,” ujar Hadi Setiawan kepada wartawan di DPRD Jatim, Senin (6/4/2026).
Ia menilai, perubahan kondisi alam saat ini semakin sulit diprediksi dibandingkan dengan masa lalu, sehingga membutuhkan respons yang lebih adaptif dari pemerintah. Menurutnya, pola musim yang dahulu relatif stabil kini tidak lagi dapat dijadikan acuan dalam menentukan langkah antisipasi.
“Memang kondisi alam juga enggak sebayangan kita masih kecil dulu. (Dulu) alam (diprediksi) pasti, seperti musim ini, musim ini. Hari ini kan tidak bisa diprediksi,” katanya.
Karena itu, Hadi menegaskan bahwa Pemprov Jawa Timur perlu hadir secara aktif dalam setiap situasi, baik ketika terjadi bencana maupun dalam menghadapi dinamika proses alam yang berpotensi berdampak pada masyarakat.
“Jadi Pemerintah Jawa Timur harus hadir dalam setiap ada kegiatan, baik itu musibah maupun proses alam,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menyebut kehadiran Pemprov Jatim harus diwujudkan melalui berbagai bentuk bantuan yang tepat sasaran bagi masyarakat terdampak. “Pemerintah Jawa Timur hadir untuk memberi bantuan dan yang lain-lain,” tambahnya.
Ketika ditanya soal dorongan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait langkah antisipasi kekeringan, Hadi menegaskan bahwa sejumlah program telah disiapkan untuk mendukung sektor pertanian di Jawa Timur. “Tahun ini kan tahun penganggaran. Bulan kemarin masih penganggaran,” jelasnya.
Hadi menyebut, Pemprov Jatim telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur serta penyediaan sarana dan prasarana pertanian yang diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Jawa Timur sudah menyiapkan infrastruktur maupun sarana-prasarana terkait masalah pertanian maupun yang lain-lainnya. Sudah menganggarkan untuk provinsi yang bisa dipakai untuk masyarakat Jawa Timur,” tutupnya. (KN01)
