Anggota DPRD Jatrim dari Fraksi Partai Demokrat, H. Mokhamad Sholeh saat menggelar reses di Klinik Akbar Medika, Dusun Dimoro, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (1/8/2026) pagi.
Mojokerto (mediakorannusantara.com) – Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Demokrat, H. MoM Sholeh, menegaskan komitmennya memprioritaskan pembangunan madrasah, taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ), dan masjid sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan keagamaan di masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan H. Mokhamad Sholeh saat menggelar reses di Klinik Akbar Medika, Dusun Dimoro, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (1/8/2026) pagi.
M Sholeh mengatakan, setiap pelaksanaan reses harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pembangunan yang dapat dirasakan secara langsung.
“Saya mengadakan reses di sini, kalau tidak ada tinggalan (pembangunan), malu dengan warga di sini,” kata M Sholeh.
Ia menyebut berbagai usulan yang diperjuangkannya selama ini telah terealisasi di sejumlah desa. Pembangunan madrasah ibtidaiyah (MI), jalan desa, hingga fasilitas umum lainnya telah selesai dikerjakan.
“Kebetulan di desa saya sudah banyak yang selesai, mulai dari madrasah ibtidaiyah (MI) hingga pembangunan jalan,” ujarnya.
Menurut dia, perhatian terhadap madrasah dan TPQ perlu menjadi prioritas karena lembaga pendidikan keagamaan tersebut masih memiliki keterbatasan pendanaan.
“Yang paling saya utamakan adalah madrasah, TPQ, dan masjid. Kenapa? Karena madrasah itu tidak bantu kasihan,” tuturnya.
Ia mengaku memahami kondisi tersebut karena turut mengelola lembaga pendidikan. Pengalaman itu membuatnya mengetahui tantangan yang dihadapi pengelola madrasah dalam memenuhi kebutuhan pembangunan.
“Saya sendiri juga pelaku di lapangan, jadi tahu sulitnya. Karena itu sekolah dan madrasah saya usahakan selesai. Kalau tidak dibantu (anggota) DPR, tentu prosesnya tidak akan secepat itu,” katanya.
M Sholeh mencontohkan pembangunan di Desa Gading yang memperoleh dukungan anggaran sekitar Rp2 miliar sehingga pembangunan madrasah ibtidaiyah (MI) dan madrasah tsanawiyah dapat diselesaikan.
“Di Desa Gading misalnya, anggarannya sampai sekitar Rp2 miliar sehingga madrasah ibtidaiyah (MI) dan tsanawiyah bisa selesai,” ujarnya.
Selain sektor pendidikan, M Sholeh memastikan tetap membuka ruang bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan pembangunan infrastruktur, seperti jalan desa maupun balai desa.
“Kalau urusan jalan atau balai desa, tinggal disampaikan saja kepada saya, apa kebutuhannya. Saya ini sering menjadi tempat masyarakat mengadu. Siang malam mereka datang mengeluhkan kondisi jalan desa,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam mengawal usulan pembangunan agar program yang telah direncanakan dapat direalisasikan secara bertahap.
“Nanti kalau saya memberikan bantuan pembangunan, saya berharap dukungan masyarakat juga sesuai. Yang hadir di sini tentu ikut bertanggung jawab. Kalau masih ada usulan dari masyarakat, silakan disampaikan,” pungkas dia. (KN01)
