KORAN NUSANTARA
Hankam Headline indeks

Aliansi Masyarakat Jawa Timur Tuntut KPK Tangkap Koruptor Kelas Wahid di Jatim

Jatim AM-demo- tuntut kpk- tangkap- koruptorSurabaya (KN) – Aliansi Masyarakat Jawa Timur (Jatim AM) menggelar aksi demo di depan Gedung Negara Grahadi, Jl Gubernur Suryo, Surabaya, Senin (15/12/2014) siang.Massa AM Jatim menyuarakan, penuntasan dan penanganan dugaan berbagai kasus tindak pidana korupsi di Jawa Timur agar dilakukan tuntas. Dalam aksinya, mereka mendukung upaya KPK menangkap Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan yang juga Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin. Selain itu, mereka juga berharap KPK membongkar koruptor kelas wachid di Jawa Timur

“Berangkat dari Operasi Tangkap Tangan (‎OTT) yang dilakukan oleh KPK. Saya ingin mengatakan, pemberantasan korupsi di Jatim tidak boleh hanya berhenti dengan penangkapan Fuad Amin, Ketua DPRD Bangkalan saja. Karena masih banyak Dinasti lainnya di Jatim yang belum tersentuh KPK ,” kata Koordinator Aksi Jatim AM, Musyafak Rouf.

Dalam aksinya, AM Jatim membentangkan sejumlah poster berisi kecaman. Diantaranya, “Jawa Timur, Koruptor Kelas Wahid, “Dinasti Gerbang Menuju Korupsi, Bebaskan Jawa Timur Dari Dinasti Koruptor”, “Tumbangkan Dinasti di Jawa Timur” dan kalimat lainnya.

Jatim AM juga menyebut, memberikan penghargaan kepada KPK dengan OTT yang dilakukan kepada Fuad Amin, Ketua DPRD Bangkalan yang juga mantan Bupati Bangkalan, terkait skandal suap di West Madura Offshore.

“Dengan tertangkapnya Ketua DPRD yang juga mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin, ini ada pintu terbuka untuk mengungkap koruptor kelas wachid sebagaimana yang diungkapkan Ketua KPK Abraham Samad,” ujar Ketua Presedium Jatim-AM, Fathorrosjid, Selasa (16/12/2014).

Mantan Ketua DPRD Jawa Timur yang pernah terjerat kasus korupsi P2SEM ini mengatakan, terkait kasus migas di Madura, dirinya merasa yakin Fuad Amin bukan pemain tunggal. “Fuad Amin bukan pemain tunggal. Pasti ada aktor lain di Jawa Timur,” tuturnya.

Fathor menambahkan, penangkapan Fuad Amin adalah contoh kecil. Menurutnya, kemungkinan masih banyak koruptor-koruptor yang berkeliaran di Jawa Timur. “Di belakang perebutan sumber ekonomi ada tempat bersarangnya koruptor kelas wachid,” tandasnya. (wan)

 

 

Related posts

Revisi UU Pemda Akan Mengatur Sanksi Tegas dan Memberhentikan Kepala Daerah

kornus

Pimpinan KPK Tunjuk Jubir Baru Gantikan Febri yang Mundur

redaksi

Prajurit TNI di Lebanon Raih Brevet Penghargaan dari Negara Tanzania

kornus