Jakarta, mediakorannusantara.com -Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas insiden keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di sejumlah daerah.
Pengakuan Kesalahan dan Tanggung Jawab
Nanik menyatakan bahwa pemerintah, melalui BGN, bertanggung jawab penuh atas insiden yang disebutnya sebagai “insiden keamanan pangan.”
Ia menyampaikan permohonan maaf dari hati yang terdalam atas nama BGN dan seluruh SPPG (Satuan Pelaksana Program Gizi) di Indonesia.
Nanik mengakui bahwa kesalahan terbesar ada pada pihak mereka, karena pengawasan yang masih kurang.
Sebesar 80 persen kejadian keracunan diakui disebabkan oleh standar operasional prosedur (SOP) yang tidak dipatuhi, baik oleh mitra maupun tim BGN sendiri.
Penanganan dan Biaya
Nanik mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan tidak semua kasus keracunan MBG disebabkan makanan yang beracun, melainkan sebagian anak mengalami reaksi alergi atau faktor lain.
BGN menegaskan tanggung jawab penuh dengan menanggung seluruh biaya pengobatan bagi anak-anak maupun orang tua yang terdampak insiden tersebut.
Langkah ke Depan
Ke depan, BGN menyatakan tidak akan menoleransi pelanggaran terhadap SOP.
Nanik juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi dapur MBG di seluruh Indonesia dan dipersilakan untuk mengadukan apa pun yang terjadi dengan dapur-dapur tersebut selama 24 jam.
Catatan Tambahan:
Laporan BGN menyebutkan 70 kasus keracunan, dengan 5.914 penerima MBG terdampak. ( wa/ar)
