Edward Dewaruci (kiri) saat ditemui wartawan, Senin (1/9/2025).
Surabaya (mediakorannusantara.com) – Aksi perusakan yang dilakukan oleh para pengunjuk rasa di kota Surabaya mendapat respon serius dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rumah Kita Nusantara, Edward Dewaruci.
Edward mendesak pihak kepolisian dan aparat penegak hukum lainya untuk segera menangkap dan menindak tegas para pelaku aksi anarkis merusak dan membakar bangunan gedung aset cagar budaya.
“Ini sangat memprihatinkan terhadap peristiwa yang terjadi di Surabaya pada Sabtu (20/8/2025) malam. Dimana pendemo yang melakukan anarkis menurut saya sangat merugikan warga Surabaya bahkan mungkin warga Jawa Timur,” tegas Edward Dewaruci, Senin (1/9/2025).
Edward sangat menyangkan aksi para peserta demo yang anarkis sehingga menyebabkan bangunan cagar budaya seperti ruang kerja Waki Gubernur Jatim di kawasan Gedung Negara Grahadi Jl Gubernur ASuryo Surabaya yang terbakar hancur porak poranda.
“Termasuk kantor Polsek Tegalsari yang menjadi sasaran aksi yang anarkis para pendemo. Itu semua kan sebetulnya aset bangsa yang enggak bisa di nilai dengan uang, yang seharusnya dijaga dengan baik bukan malah dihancurkan dan dibakar,” ungkapnya.
“Melihat kondisi seperti ini, kami LBH Rumah Kita Nusantara meminta aparat kepolisian harus dan wajib melakukan proses hukum kepada para pelaku demo yang anarkis tersebut, kami minta agar para pelaku aksi anarkis itu segera ditemukan dan diproses hukum dan ditindak tegas sesuai undang-undang,” pintanya.
Untuk mencegah situasi yang lebih parah, lanjut Edward, rencana demo yang akan dilakukan pada tanggal 3 September 2025. Edward berharap kepada pihak aparat untuk benar – benar menjaga titik rawan yang akan menjadi lokasi demo.
“Jika perlu langsung tangkap pendemo yang melakukan anarkis. Polisi bisa mengandalkan personil dilapangan dan juga CCTV yang ada dilokasi titik rawan aksi demo untuk memudahkan pihak personil kepolisian melakukan tindakan tegas,” pungkasnya. (KN01)
