KORAN NUSANTARA
hukum kriminal indeks

Dua Siswa SD Temukan 30 Granat Aktif di Taman Ekspresi Jl Genteng Kali Surabaya

Surabaya (KN) – Sebanyak 30 granat aktif ditemukan di rimbunan bunga di taman Ekspresi Jl Genteng Kali, Surabaya tepi sungai Kalimas, dan berhasil dievakuasi dan dibawa ke markas Gegana Polda Jatim untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Farman di TKP, Senin (8/10) mengatakan, 30 granat tersebut merupakan granat jenis manggis, dan 30 itu masih aktif. “30 granat tersebut aktif, kami masih mencari sisanya. Berdasarkan informasi ada yang dibawa orang lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pertama kali bom tersebut ditemukan oleh dua anak kakak beradik, Yudha (10) dan Sarofah (12), keduanya warga Jl Ahmad Jais, Surabaya. Dua siswa SD Bung Tomo itu awalnya hendak mencari rumput untuk pakan ternaknya.

Saat melihat ada benda aneh tersebut, kedua bocah itu melapor ke seseorang yang biasa dipanggilnya Pakde Sugeng. Sugeng pun segera melapor ke pos polisi di perempatan Jalan Tunjungan. Setelah itu, tim gegana datang dan segera mengevakuasi granat yang bertebaran tersebut.

Menurutnya, dari kondisi yang terlihat, granat tersebut ada yang berkarat tetapi ada pula yang masih bagus. Beberapa granat masih ada pen atau pemicunya dan sebagian lain sudah tak berpicu. AKBP Farman sendiri menyerahkan penelitian granat itu ke tim Gegana Polda Jatim. “Saat ini masih di X-Ray untuk mengetahui apakah granat ini masih aktif atau tidak,” terangnya.

Ia menambahkan, pihak kepolisian tetap akan melakukan penyidikan untuk mengetahui apakah granat tersebut sengaja diletakkan atau faktor lain. “Saat ini Tempat Kejadian Perkara (TKP) sudah diberi garis polisi dan dijaga polisi untuk dilakukan penyelidikan apakah masih ada bom yang tersisa di tempat tersebut,” ujarnya.

Terkait asal mula bom tersebut, Ia mengatakan belum tahu asal muasal kenapa granat itu ada di tempat cukup terbuka tersebut. “Untuk kearah tersebut saat ini masih diselidiki apakah bom tersebut peninggalan Belanda atau punya orang yang sengaja diletakan di daerah tersebut,” paparnya.

Sementara itu, menurut saksi mata di TKP, Andi penjual sticker mengatakan bahwa granat tersebut sebenarnya sudah ada seminggu yang lalu. Namun saat itu pedagang tak mengira jika itu adalah granat. “Itu dikira alat untuk listrik, ya nggak tau kalau itu granat. Akhirnya ya dibuang di taman,” ujarnya. (wan)

Related posts

RUPST 2025, SIG Tambah Lini Usaha Baru untuk Peningkatan Daya Saing dan Kinerja Jangka Panjang 

kornus

Pembangunan tak maksimal, Dewan: Insentif RT, RW dan LPMK jangan bebani Dakel

kornus

Lahan eks TRS Dilaunching Jadi Surabaya Expo Center, Pemkot Gelar Pasar Rakyat hingga Konser Musik

kornus