Surabaya (KN) – Polrestabes Surabaya berjanji segera melakukan penyelidikan dugaan aksi penipuan berkedok rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dengan mengatasnamakan Biro Perencanaan Kepegawaian Tingkat Nasional (BPKTN) di Office & Residance sebuah gedung di kawasan Jl Pemuda Surabaya. “Kami akan melakukan lidik dulu atas kasus tersebut,” ungkap Kepala Unit Kejahatan Umum (Kanit Jatanum) Polrestabes Surabaya, AKP Yunus Saputra, Kamis (3/5).
Seperti diketahui, aksi penipuan ini telah meresahkan para pelamar kerja. Pasalnya pelaku memasang iklan lowongan pekerjaan di suratkabar lengkap dengan alamatnya dengan mengatasnamakan BPKTN. Namun terdapat kejanggalan lantaran alamatnya menggunakan alamat PO BOX 1769 SB 60017. Karena lazimnya, panitia rekrutmen CPNS menggunakan alamat lengkap dimana instansi itu berada.
Pelamar merasa resah karena setelah mereka melamar dan mengikuti serangkaian tes, ternyata tidak ada tanda-tanda bahwa lembaga yang melakukan rekrutmen itu adalah instansi pemerintah. Bahkan, lembaga penyelenggara tes terkesan memaksa pelamar untuk mendatangi proses interview.
Sementara ada pelamar yang sudah mengikuti tes dan merasa dirugikan karena terkesan ada unsur penipuan dengan mengatasnamakan instansi pemerintah. Padahal kenyataannya, penyelenggara tes itu hanyalah perusahaan swasta.
Namun ada juga pelamar yang tidak berani mendatangi tes calon karyawan, karena sudah ada gelagat mencurigakan sehingga dikhawatirkan akan menipu calon karyawan. Pelaksanaan tes itu sendiri diselenggarakan di sebuah gedung mewah Office & Residance Lantai 2 di kawasan Jl Pemuda Surabaya.
Menurut para pelamar, panitia penerimaan CPNS ini mengenakan pin burung garuda, bukannya pin KORPRI layaknya yang dikenakan PNS.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Pemkot Surabaya, Yayuk Eko Agustin, mengungkapkan jika saat ini tidak ada penerimaan CPNS, khususnya di Pemkot Surabaya. “Tidak ada penerimaan CPNS untuk saat ini,” tandasnya. (red)
