
SURABAYA (mediakorannusantara.com) – Persoalan pendidikan, layanan kesehatan, dan catatan kependudukan banyak dikeluhkan warga Rusunawa Sumbo kepada anggota DPRD Jatim dari Daerah Pemilihan (Dapil) Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso, saat menggelar reses menyerap aspirasi masyarakat, Selasa (28/7/2026).
Menanggapi persoalan ini, Cahyo usai menggelar reses yang cukup gayeng siap untuk menampung seluruh aspirasi warga Rusunawa Sumbo yang nantinya akan dibahas bersama anggota Dewan lainnya.
“Disini kami mendengar banyak masukan dan aspirasi, dari warga yang ada di wilayah ini,” katanya.
Mengenai akses pendidikan, di mana Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengampu tingkat SMA, SMK, dan SLB, Cahyo memastikan program pendidikan gratis dapat dijangkau warga.
Ia juga mendapat keluhan terkait berbagai macam pungutan, mulai dari seragam hingga kebutuhan sekolah lainnya.
“Dugaan-dugaan terkait pelayanan pendidikan yang dianggap tidak sesuai dengan regulasi ataupun peraturan,” tuturnya.
Terkait administrasi kependudukan yang juga dikeluhkan warga, salah satunya mengenai pembatasan jumlah KK dalam satu rumah.
Kondisi tersebut membuat warga berharap adanya kelonggaran agar mereka dipermudah dalam memperoleh tempat tinggal.
“Kita tahu, untuk mengakses hunian yang layak cukup menantang. Karena biaya perumahan besar, sehingga mereka minta ada kelonggaran. Nanti kita akan sampaikan ke Fraksi Gerindra DPRD Jatim untuk di perjuangkan,” jelasnya.
Di sisi lain, Cahyo juga menyampaikan program strategis Presiden dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan warga melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Rupanya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui adanya program gratis tersebut.(KN01)
