KORAN NUSANTARA
Hallo Nusantara Headline Surabaya

DPRD Surabaya Panggil Dinkes dan RSUD Soewandhie Terkait Layanan Korban Konser Denny Caknan

Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri

SURABAYA, mediakorannusantara.com – Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri bakal memanggil Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan manajemen RSUD dr Mohammad Soewandhie untuk meminta penjelasan terkait pelayanan medis terhadap korban insiden kericuhan konser Denny Caknan di Surabaya Expo Center (SUBEC) pada Selasa 07-07-2026.

Langkah tersebut diambil setelah mendengar keluhan masyarakat tentang penanganan terhadap korban.

Mereka menilai layanan medis belum optimal.

Menurut Syaifuddin, DPRD perlu memperoleh penjelasan resmi mengenai kesiapan layanan kesehatan di RS tersebut.

Terutama, dalam mengantisipasi kegiatan yang melibatkan ribuan peserta dan berpotensi menimbulkan kondisi darurat.

“Mestinya sigap,” ujar Syaifuddin pada Senin, 6 Juli 2026.

“Di mana ada kerumunan, secara otomatis mereka harusnya bisa antisipasi,” lanjutnya.

“Saya mendengar keluhan beberapa korban yang mengaku tak tertangani dengan baik,” tambahnya.

Kericuhan terjadi dalam Pesta Rakyat Gratis yang menghadirkan Denny Caknan pada Minggu malam, 5 Juli 2026.

Perayaan yang menjadi bagian dari peresmian SUBEC itu diwarnai insiden jebolnya pagar pembatas akibat membeludaknya penonton yang ingin memasuki area konser.

Akibat insiden tersebut, sejumlah orang mengalami luka-luka dan dievakuasi ke RSUD dr Mohammad Soewandhie untuk mendapatkan perawatan.

Namun, setelah kejadian muncul keluhan dari masyarakat mengenai pelayanan medis terhadap korban.

Politisi PDIP yang akrab disapa Kaji Ipuk itu menilai rumah sakit dan Dinas Kesehatan seharusnya telah menyiapkan langkah antisipasi mengingat kegiatan tersebut diperkirakan dihadiri massa dalam jumlah besar.

Menurutnya, rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan wajib selalu siap, baik dari sisi tenaga medis, sarana, maupun sistem penanganan kegawatdaruratan.

“Bukan kali ini saja, saya sering menerima komplain warga terkait keluhan layanan kesehatan di Rumah Sakit Soewandhie,” tegas Syaifuddin.

“Tolong diperbaiki,” tambahnya.

Ia juga mengaku menerima informasi adanya dugaan tidak tersedianya dokter jaga ketika para korban mulai berdatangan ke rumah sakit.

Informasi tersebut, menurutnya, akan menjadi salah satu materi yang akan diklarifikasi dalam rapat bersama Dinas Kesehatan dan manajemen RSUD dr Mohammad Soewandhie.

“Yang terjadi malah sebaliknya, saya dengar tidak ada dokter jaga saat insiden terjadi,” ujar legislator yang juga sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya itu.

“Ini ironis ketika Surabaya terus berbenah sebagai kota dengan layanan publik terbaik, tetapi pelayanan kesehatan justru dikeluhkan masyarakat,” lanjutnya.

Syaifuddin menegaskan pemanggilan tersebut bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan pelayanan kesehatan berjalan sesuai standar dan menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

“Ini ndak bisa dibiarkan seperti ini,” pungkasnya.

“Emanlah Suroboyo kotane apik, tapi layanan kesehatan dikeluhkan,” sebutnya.

“Ayo kita perbaiki bersama,” tutupnya.(wa/an)

Related posts

Pemkot Enggan Tertibkan 22 Tower Liar

kornus

RS Kemenkes di Surabaya Diresmikan Presiden Jokowi, Pj Gubernur Jatim Optimistis Tingkatkan Layanan Pengobatan Jantung, Stroke dan Kanker di Jatim

kornus

Bersama Koramil Sawahan Pengusaha Muda Berikan Bantuan Beras ke Warga Kurang Mampu