KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Bank Jatim Perkuat Sinergi dengan BUMD

Derry Widya Ariyanta, Asisten Vice President Manajemen Investor Bank Jatim.

Surabaya (mediakorannusantara.com) – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat transformasi bisnis dan Sinergi dengan berbagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Melalui strategi transformasi lima pilar, Bank Jatim menargetkan menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) nomor satu di Indonesia dari berbagai aspek, mulai kontribusi terhadap daerah, aset, laba, hingga kapasitas bisnis.

Hal tersebut disampaikan Asisten Vice President Manajemen Investor Bank Jatim, Derry Widya Ariyanta, dalam Diskusi Publik Sinergi BUMD Menjelang Penetapan Tambahan Modal Jamkrida dengan tema Memperkuat Kolaborasi BUMD Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan UMKM Jawa Timur yang diselenggarakan Pokja Indrapura.

Derry menyampaikan, apresiasi atas rencana penyertaan modal kepada salah satu BUMD yang dinilai akan semakin memperkuat kapasitas usaha perusahaan daerah.

“Saya mengucapkan selamat atas rencana penyertaan modal tersebut. Ini menjadi langkah penting untuk memperkuat BUMD dalam menjalankan fungsi pembangunan ekonomi daerah,” ujar Derry dalam Diskusi Publik Pokja bertema Memperkuat Kolaborasi BUMD Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan UMKM Jawa Timur di Ruang Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Jawa Timur, Selasa (30/6/2026)., Selasa (30/6/2026).

Derry kemudian mengisahkan pengalaman Bank Jatim saat terakhir menerima penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 2012. Menurutnya, saat itu prosesnya berlangsung dinamis karena Bank Jatim sedang mempersiapkan diri menjadi perusahaan terbuka (go public).

“Terakhir kami memperoleh penyertaan modal pada 2012. Saat itu prosesnya cukup dinamis karena kami sedang bertransformasi menjadi perusahaan terbuka. Berkat dukungan Pemerintah Provinsi dan DPRD Jawa Timur, proses tersebut berjalan dengan baik hingga akhirnya Bank Jatim resmi menjadi perusahaan publik,” katanya.

Sejak di pasar modal pada 2012, sekitar 20 persen saham Bank Jatim dimiliki publik, sementara 80 persen sisanya tetap dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Timur.

“Saat ini sekitar 18 persen saham publik dimiliki investor domestik dan sisanya investor asing. Bagi masyarakat yang mengikuti pasar modal, saham Bank Jatim diperdagangkan dengan kode emiten BJTM,” jelas Derry.

Ia menjelaskan, Bank Jatim memiliki visi besar menjadi BPD nomor satu di Indonesia. Target tersebut tidak hanya diukur dari besarnya aset, tetapi juga kontribusi terhadap pembangunan daerah, laba perusahaan, hingga kapasitas organisasi.

“Kami sudah menetapkan roadmap yang terukur dan komprehensif untuk menjadi BPD nomor satu di Indonesia. Setiap indikator memiliki milestone masing-masing, tetapi seluruhnya bermuara pada tujuan yang sama,” ungkapnya.

Bank Jatim yang berdiri pada 17 Agustus 1961 kini didukung sekitar 7.543 insan Bank Jatim, baik pegawai tetap maupun kontrak. Seluruh karyawan mengimplementasikan budaya perusahaan yang dirangkum dalam nilai Excellent, Professional, Integrity, Synergy, dan Innovation (Expresi).

“Kami berharap seluruh insan Bank Jatim menjalankan nilai-nilai tersebut sebagai fondasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Dari sisi jaringan layanan, Bank Jatim memiliki satu kantor pusat, 49 kantor cabang, kantor cabang pembantu, kantor kas, layanan syariah, payment point, mobil kas keliling, jaringan ATM, Cash Recycling Machine (CRM), hingga ribuan agen Laku Pandai.

Selain memiliki kantor cabang di Jakarta dan Batam, Bank Jatim juga tengah mempersiapkan pembukaan kantor cabang di Balikpapan sebagai bagian dari strategi memperluas layanan menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Insyaallah dalam waktu dekat kami akan membuka kantor cabang di Balikpapan sebagai bagian dari pengembangan jaringan sekaligus mendukung kawasan Gerbang Nusantara,” ujarnya.

Derry juga memaparkan perjalanan transformasi Bank Jatim. Salah satu tonggak penting terjadi pada 1999 ketika perusahaan berubah status menjadi Perseroan Terbatas sebagai respons terhadap krisis sektor keuangan nasional. Selanjutnya, pada 2012 Bank Jatim resmi menjadi perusahaan terbuka, dan pada 2025 dipercaya sebagai Anchor Bank dalam Kelompok Usaha Bank (KUB) yang membina lima BPD lainnya.

“Kepercayaan sebagai Anchor Bank menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kami untuk memperkuat kapasitas dan mendampingi lima BPD yang menjadi bagian dari kelompok usaha Bank Jatim,” katanya.

Untuk mencapai target tersebut, manajemen menerapkan transformasi melalui lima pilar utama, yakni penguatan tata kelola dan manajemen risiko, optimalisasi ekosistem bisnis konvensional maupun syariah, pengembangan sumber daya manusia, transformasi digital berbasis teknologi informasi, serta penguatan bisnis dan permodalan.

“Transformasi ini menjadi fondasi utama agar Bank Jatim mampu tumbuh berkelanjutan sekaligus menjadi BPD terbaik di Indonesia,” jelasnya. (KN01)

Related posts

20 Kecamatan di Yogyakarta Dilanda Kekeringan

redaksi

Setelah Bertemu Gubernur Soekarwo, Warga 45 RT Akan Menemui Menteri PU

kornus

Gubernur Khofifah Libatkan KPK Cegah Korupsi di Jatim

kornus