KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

Musda Demokrat Jatim Berpeluang Digelar 2026, Emil Dardak Tunggu Arahan DPP

Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardakdi Kantor DPD Demokrat Jawa Timur, Kamis (28/5/2026). 

Surabaya (mediakorannusantara.com) – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memastikan partainya mulai mempersiapkan langkah konsolidasi internal untuk menyongsong Pemilu 2029. Salah satu tahapan penting yang akan dilakukan yakni pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Demokrat Jatim.

Menurut Emil, sejumlah DPD Demokrat di berbagai provinsi telah lebih dulu menggelar Musda. Namun untuk Jawa Timur, pelaksanaannya masih menunggu arahan resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.

“Di seluruh Indonesia, sebagian provinsi atau DPD sudah melakukan Musda. Untuk Jawa Timur, kami tentu akan mengikuti arahan dari DPP mengenai waktu pelaksanaan Musda. Memang tentunya Musda ini penting untuk melakukan konsolidasi menjelang datangnya pemilu,” kata Emil di Kantor DPD Demokrat Jawa Timur, Kamis (28/5/2026).

Ia menilai konsolidasi partai tidak bisa dilakukan secara mendadak meskipun Pemilu 2029 masih beberapa tahun lagi. Sebab, setelah Musda nantinya akan dilanjutkan dengan Musyawarah Cabang (Muscab) hingga penyegaran kepengurusan di tingkat PAC.

“Memang kelihatannya masih lama, tapi konsolidasi ini kan bertahap, setelah Musda nanti ada Muscab. Kemudian tentu ada penyegaran sampai ke level PAC. Maka tidak boleh mepet juga,” ujarnya.

Emil menyebut masa berlaku surat keputusan kepengurusan masih memungkinkan Musda digelar hingga tahun depan. Meski demikian, ia membuka peluang Musda Demokrat Jatim berlangsung pada tahun ini.

“Jadi kalau mengikuti SK-nya bisa sampai tahun depan. Nah, mungkin kemungkinan besar ada kemungkinan (Musda) tahun ini, tapi sekali lagi semua tergantung kepada keputusan dari DPP, kami posisi tentu tegak lurus pada arahan DPP,” ucapnya.

Saat ditanya mengenai peluang dirinya kembali maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2029, Emil memilih memberikan jawaban singkat sambil tertawa. “Lebih seru kalau kita menunggu waktunya saja,” katanya.

Terkait Musda Demokrat Jatim, Emil juga menanggapi isu mengenai calon sekretaris DPD yang dinilai akan menjadi pertarungan menarik. Menurutnya, susunan kepengurusan partai nantinya ditentukan melalui mekanisme formatur yang melibatkan lintas elemen, termasuk DPP Partai Demokrat.

“Kepengurusan selain dari ketua, kalau ketua dipilih melalui Musda, kalau kepengurusan dipilih melalui formatur. Formatur ini lintas elemen dan tentunya di dalamnya juga ada DPP,” jelas Emil.

Ia mengaku tidak etis jika dirinya mendahului membicarakan sosok atau kriteria tertentu sebelum Musda terlaksana.

“Jadi, saya tentu tidak bisa bicara sebagai pribadi, kurang elok ya kalau kemudian kami mendahului menyampaikan kriteria versi saya,” ujarnya.

“Apalagi Musdanya belum terlaksana, jadi kayaknya nge-disiki (mendahului) kalau seperti itu,” sambungnya.

Meski demikian, Emil menegaskan seluruh pengurus partai, baik sekretaris, bendahara, kepala badan, maupun struktur lainnya, harus memiliki loyalitas terhadap partai, negara, dan masyarakat.

“Loyalitas kepada partai tapi tentu harus dalam kerangka loyalitas pada NKRI, loyalitas pada masyarakat. Kenapa penting loyalitas pada partai? Supaya searah satu tujuan dalam bergerak, kira-kira seirama senafas. Itu yang paling penting. Kebersamaan ini yang paling penting untuk dijunjung tinggi,” jelas Emil.

Selain loyalitas, Emil juga menekankan pentingnya kerja keras seluruh kader dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Yang kedua tentu harus bekerja keras untuk bisa menyapa dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, karena itu esensi dari partai politik,” ujarnya.

Mengenai target peningkatan suara Partai Demokrat pada Pemilu 2029, Emil mengakui partainya menghadapi tantangan besar pada Pemilu 2024. Namun ia tetap bersyukur atas capaian yang diraih kader Demokrat di berbagai lini.

“Kita harus mencari cara untuk bisa meningkatkan capaian kita. Memang Partai Demokrat di 2024 mengalami berbagai cobaan yang tidak sederhana. Dimulai dari percobaan untuk pengambilalihan kepemimpinan, kemudian konstelasi Pilpres yang berubah di detik terakhir. Ini semuanya berpengaruh kepada positioning elektoral,” sambungnya.

Meski begitu, Emil menilai capaian Demokrat tetap patut disyukuri dan menjadi modal evaluasi menuju Pemilu 2029.

“Tetapi kita tetap mensyukuri kerja keras semua insan Partai Demokrat di semua lini sehingga capaian ini tetap menjadi capaian yang kita tentunya syukuri sebagai sebuah sarana untuk kemudian membuktikan diri,” tuturnya.

Ia menambahkan, masyarakat nantinya akan menilai langsung kinerja seluruh kader Demokrat yang duduk di legislatif maupun struktur partai selama masa pengabdian mereka.

“Kita akan diukur dari kinerja 11 anggota DPRD Jawa Timur, dan 137 anggota DPRD kabupaten/kota, plus tentunya fungsionaris, struktur yang duduk di DPD maupun DPC hingga PAC. Masyarakat akan melihat betul apa kiprahnya selama masa ini, masa pengabdian,” pungkas Emil. (KN01)

 

Related posts

Menko Muhaimin Tekankan Pentingnya Akselerasi Transformasi Teknologi di Pesantren

Purna Tugas Sebagai Pasukan Perdamaian, Pasukan Armed 12/Kostrad Dapat Sambutan

kornus

DPRD Sepakati Raperda Pelayanan Publik, Ini 10 Perubahan yang Dilakukan

kornus