KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

DPRD Jatim Dorong Penguatan Mutu Pendidikan Melalui Keterlibatan Peran Masyarakat, Hikmah Bafaqih: PSM Jangan Hanya Diartikan Sumbangan Pendanaan

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih.

Surabaya (mediakorannusantara.com) – Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih, menilai Peraturan Gubernur tentang Peran Serta Masyarakat (PSM) perlu segera memperoleh kepastian pelaksanaan sebagai langkah strategis memperkuat mutu pendidikan menengah atas di Jatim.

Menurutnya, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks dan tidak dapat hanya bergantung pada skema pendanaan rutin seperti BPOPP maupun BOS. Keduanya dinilai masih memiliki keterbatasan untuk mendukung pengembangan sekolah secara menyeluruh, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Sekolah saat ini tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik seperti ruang kelas atau laboratorium, tetapi juga membutuhkan penguatan kualitas pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, hingga inovasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujar Hikmah Bafaqih dihubungi, Senin (25/5/2026).

Politisi PKB ini menegaskan, PSM tidak boleh dimaknai sempit hanya sebagai persoalan sumbangan pendanaan. Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam pendidikan memiliki cakupan yang jauh lebih luas dan tidak dapat disamakan dengan pungutan.

“PSM jangan hanya diartikan sumbangan pendanaan. Kalaupun ada partisipasi dalam bentuk pendanaan, sekali lagi itu bukan pungutan, tetapi partisipasi masyarakat yang sifatnya sukarela dan luas,” tegasnya.

Hikmah menjelaskan, keterlibatan masyarakat dalam pendidikan bisa diwujudkan melalui berbagai bentuk. Mulai dari peran aktif orang tua wali murid, paguyuban kelas, kegiatan parents day, hingga keterlibatan dunia usaha dan dunia industri dalam mendukung pengembangan sekolah.

“Di PSM itu bisa ada parents day, ada keikutsertaan orang tua dalam paguyuban kelas, paguyuban orang tua, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri. Jadi semangatnya adalah membangun ekosistem pendidikan bersama-sama,” katanya.

Ketua Perempuan Bangsa Jatim ini menilai, masyarakat di sekitar sekolah sebenarnya memiliki sumber daya dan potensi yang sangat kaya untuk mendukung pendidikan. Potensi tersebut tidak hanya berupa bantuan pendanaan, tetapi juga pengalaman, kompetensi, jejaring, hingga dukungan moral dan sosial bagi perkembangan peserta didik.

“Resources yang dimiliki masyarakat sekitar sekolah, baik orang tua maupun selain orang tua, itu sangat beragam dan kaya. Tidak hanya dari sisi pendanaan saja, tetapi juga kemampuan, pengalaman, dan keterlibatan yang bisa memperkuat kualitas pendidikan,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan agar orientasi pembangunan pendidikan tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik sekolah. Menurutnya, tantangan pendidikan masa depan membutuhkan penguatan kualitas pembelajaran, literasi digital, inovasi pendidikan, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Ia tegaskan, Komisi E DPRD Jatim mendorong agar regulasi terkait PSM segera diperkuat sehingga sekolah memiliki ruang yang lebih luas untuk melakukan pengembangan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

“Dengan dukungan kebijakan yang jelas, dunia pendidikan di Jawa Timur mampu bergerak lebih progresif dan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah,”  tutupnya. (KN01)

Related posts

Memasuki Masa Tenang Pemilu 2024, Satpol PP Surabaya bersama Bawaslu dan KPU Turunkan Seluruh APK

kornus

Alasan Danantara Bentuk BUMN Baru PT DSI Khusus Tangani Ekspor

DPD Golkar Surabaya Hanya Usulkan Nama Arif Fathoni dan Eri Cahyadi sebagai Bacakada ke DPP

kornus