
Jakarta, mediakorannusantara.com-– Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, mengajak Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) untuk berkontribusi nyata dalam penguatan pemberdayaan masyarakat.
Dalam forum audiensi yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (21/1), Cak Imin menekankan bahwa pemberdayaan saat ini memerlukan pendekatan yang berakar kuat pada nilai-nilai ilmu pengetahuan dan keberpihakan kepada rakyat.
Menurut Cak Imin, ISNU memiliki posisi strategis untuk mengambil peran melalui riset terapan, pendampingan masyarakat, serta penguatan jejaring profesional.
Ia menilai tantangan zaman saat ini tidak cukup dijawab hanya dengan kebijakan struktural pemerintah, melainkan butuh kontribusi intelektual, sosial, dan kultural dari para sarjana untuk menjembatani kebijakan negara dengan kebutuhan riil di lapangan.
Lebih lanjut, Cak Imin mendorong agar ISNU bertransformasi menjadi penggerak perubahan sosial yang lebih luas, bukan sekadar organisasi profesi.
Ia berharap para sarjana NU mampu menjawab tantangan disrupsi teknologi, ketimpangan sosial, hingga kemiskinan struktural melalui inovasi yang berbasis pada kemandirian ekonomi dan kepemimpinan sosial.
Menanggapi ajakan tersebut, Ketua Umum PP ISNU, Prof. Kamaruddin Amin, menyatakan komitmen organisasinya untuk menjadi mitra strategis pemerintah. Ia menegaskan bahwa ISNU siap bersinergi dalam melahirkan gagasan dan aksi nyata yang berlandaskan pada keilmuan serta nilai-nilai ke-NU-an demi membangun masyarakat yang lebih berdaya dan berkeadilan.( aw/am)
