KORAN NUSANTARA
ekbis Hallo Nusantara Headline Nasional

KKP Dorong Enam Negara Segitiga Karang Perkuat Strategi Hadapi Perubahan Iklim

Badung, mediakorannusantara.com, – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendesak enam negara anggota Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) untuk memperkuat strategi bersama dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin parah.

​Dorongan ini disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut KKP, Hendra Yusran Siry, dalam The 20th Senior Officials Meeting (SOM-20) CTI-CFF di Badung, Bali, Rabu (10/12/2025).

​Menurut Hendra, masalah perubahan iklim di perairan adalah isu regional yang mendesak bagi enam negara segitiga terumbu karang: Indonesia, Malaysia, Filipina, Timor Leste, Kepulauan Solomon, dan Papua Nugini.

​“Tantangan sejak 2009 para pimpinan kita sudah membicarakan perubahan iklim, dan sekarang kondisinya semakin parah. Sementara target kita di Perjanjian Paris adalah peningkatan suhu dunia tidak boleh di atas 1,5 derajat. Ini yang saat ini lebih kita dorong,” jelas Hendra.

 

​Jika strategi penanganan tidak dipercepat, peningkatan suhu laut akan memicu bencana hidrometeorologi, yang berujung pada kerusakan tata iklim dan curah hujan di kawasan tersebut.

​Komitmen Laut Sehat dan Tujuh Keputusan SOM-20

​SOM-20 membahas langkah adaptasi dan mitigasi negara anggota terhadap dampak perubahan iklim, serta upaya menjaga keanekaragaman hayati laut di kawasan yang memiliki lebih dari 500 jenis terumbu karang ini.

​”Bagi Indonesia, kami yakin bumi yang sehat tergantung pada laut yang sehat, dan laut yang sehat sangat bergantung pada kawasan segitiga karang yang sehat,” tegas Hendra, seraya mengajak negara-negara dunia lain untuk turut berkontribusi menjaga ekosistem laut.

​Pertemuan SOM-20 menghasilkan tujuh keputusan kunci, antara lain:

  • ​Persetujuan Laporan Chair SOM-20 dan laporan kemajuan kolektif 2025 dari enam negara.
  • ​Persetujuan laporan dan rekomendasi dari Kelompok Kerja Tata Kelola (MEWG, FRWG, dan IRC).
  • ​Persetujuan rencana kerja dan anggaran tahun 2026.
  • ​Penerimaan laporan Direktur Eksekutif Sekretariat Regional CTI-CFF.
  • ​Pemberian apresiasi kepada para Mitra CTI-CFF.
  • ​Persetujuan keputusan yang tertuang dalam Chair’s Summary SOM-20.

​Estafet Kepemimpinan dan Dukungan Keuangan

​Setelah SOM-20, Indonesia akan melanjutkan keketuaan dengan menggelar pertemuan tingkat menteri di tahun 2026, sebelum menyerahkan tongkat estafet kepada Malaysia.

​Secretary General Ministry of Natural Resources and Environmental Sustainability (NRES) Malaysia, Ching Thoo Kim, menyatakan bahwa Malaysia akan mendorong lebih banyak dukungan, terutama dukungan keuangan, agar rencana CTI-CFF dapat berjalan efektif.

​Direktur Eksekutif Sekretariat Regional CTI-CFF, Frank Griffin, mengapresiasi KKP sebagai tuan rumah dan berkomitmen untuk mendukung negara anggota dalam menjalankan langkah-langkah perlindungan kekayaan laut.

​”Ini menjadi ruang penting untuk meninjau kemajuan dan menyelaraskan prioritas, serta menyepakati rencana kerja yang menjadi landasan kuat untuk implementasi tahun mendatang,” tutup Griffin.( wa/ar)

Related posts

100 Personel Marinir Bantu Korban Gempa Tiba di Lombok

kornus

BNN sebut Pengguna Narkoba Lebih Baik Direhabilitasi, Termasuk Artis

Surabaya Siap Hadapi Musim Hujan, DSDABM Kebut Penyelesaian Proyek Saluran dan Jalan

kornus