KORAN NUSANTARA
ekbis Hallo Nusantara Headline Nasional

Kukuhkan Tuwanggana, Sultan HB X Dorong Sinergi dan Pemikiran ‘Out of the Box’

Yogyakarta,mediakorannusantara.com Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta Pirukunan Tuwanggana mendukung terwujudnya pemerintahan kalurahan yang adaptif di lima kabupaten/kota.

​”Tuwanggana harus memiliki wawasan adaptasi dan kapasitas daya tahan. Lembaga ini dituntut mampu berpikir melampaui kebiasaan, melakukan lompatan pemikiran nonlinier, dan bertindak out of the box,” ujar Sultan saat mengukuhkan Pirukunan Tuwanggana masa bakti 2025-2030 di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis.

​Tuwanggana, yang sebelumnya bernama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (LPMK), merupakan mitra strategis kalurahan. Lembaga ini berperan menyerap aspirasi masyarakat serta melakukan pembinaan dan pengawasan di tingkat kalurahan hingga kabupaten/kota.

​Melalui Pirukunan Tuwanggana, Sultan berharap jejaring di seluruh DIY dapat dikoordinasikan agar bekerja selaras, kompak, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Untuk mendukungnya, Pemda DIY menyediakan hibah tahunan sebesar Rp225 juta.

​Sri Sultan melanjutkan, keberhasilan Tuwanggana tidak diukur dari banyaknya kegiatan, melainkan dari kedalaman dampak dan manfaatnya bagi masyarakat, seperti peningkatan kemandirian sosial, ekonomi, dan kebudayaan lokal.

​”Tuwanggana adalah pilar untuk ikut menentukan arah pembangunan, mendayagunakan potensi, serta menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan kebudayaan,” ujarnya.

​Sultan juga berharap Tuwanggana mampu menjadi penjaga hubungan harmonis dengan lurah dan perangkat pemerintahan lainnya.

​”Saat ini bukan lagi waktu untuk bersaing, melainkan bersinergi. Dalam ekosistem sosial, sinergi selalu lebih bernilai daripada kemenangan, dan harmoni akan selalu lebih abadi daripada kekuasaan,” tegas Sri Sultan.

​Sementara itu, Ketua Pirukunan Tuwanggana DIY, KPH Notonegoro, yang memasuki periode kedua kepemimpinannya, menyebutkan bahwa istilah Tuwanggana resmi digunakan mulai 2025. Ia juga mengatakan telah mengidentifikasi sejumlah permasalahan, termasuk regulasi, yang telah coba diatasinya di periode pertama. ( wa/ar)

Related posts

Upacara di Akhir Tahun, Korem Bhaskara Jaya Minta Prajurit Bersinergi

kornus

Rakyat Padati Jalan Kebesaran, Iringi Presiden Prabowo Menuju Upacara HUT ke-80 TNI

kornus

145 Siswa Asal Papua Tempuh Pendidikan SMA/SMK di Jatim Lewat Program ADEM

kornus