KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim Nasional

136 SMK Diperkuat Pelatihan Bahasa untuk Kerja ke Luar Negeri

Mendikdasmen Abdul Mu’ti didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat memberikan keterangan opers usai Pelepasan 3.000 Lulusan SMK dan 600 Lulusan LKP Bekerja di Luar Negeri serta peluncuran Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) SMK di Gedung Islamic Center Surabaya, Rabu (20/5/2026).

Surabaya (mediakorannusantara.com) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat pelatihan bahasa bagi 136 SMK di Indonesia untuk mendukung kesiapan lulusan bekerja di luar negeri. Program tersebut menjadi bagian dari penguatan pendidikan vokasi sekaligus realisasi arahan Presiden agar lulusan SMK siap memasuki dunia kerja global.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan penguatan kemampuan bahasa asing menjadi salah satu fokus pemerintah dalam menyiapkan lulusan SMK bekerja di negara tujuan.

“Tadi malam di Tangerang saya juga meresmikan program pelatihan bahasa untuk 136 SMK di Indonesia yang memang mereka menyiapkan para muridnya bisa bekerja di luar negeri dengan kemampuan bahasa asing di negara-negara tujuan,” ujar Abdul Mu’ti didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai Pelepasan 3.000 Lulusan SMK dan 600 Lulusan LKP Bekerja di Luar Negeri serta peluncuran Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) SMK di Gedung Islamic Center Surabaya, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya Kemendikdasmen menyiapkan lulusan SMK agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.

“Program ini merupakan realisasi dari arahan Bapak Presiden yang beliau dalam berbagai kesempatan menyampaikan agar para lulusan SMK dapat siap memasuki dunia kerja dan mereka kita berikan pelatihan bahasa,” katanya.

Selain penguatan bahasa, Kemendikdasmen juga meluncurkan Program SMK 3+1 yang memberi tambahan satu tahun pembelajaran khusus untuk persiapan memasuki dunia kerja melalui kemitraan dengan perusahaan dan berbagai agensi di dalam maupun luar negeri.

“Kemudian yang kedua adalah peluncuran program kami SMK 3+1. Ini merupakan usaha kami untuk menyiapkan lulusan SMK dapat memasuki dunia kerja baik di dalam maupun di luar negeri,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menjelaskan siswa SMK akan menjalani pendidikan selama tiga tahun dan tambahan satu tahun untuk penyiapan kerja profesional.

“Mereka bisa belajar dari SMK yang 3 tahun kemudian menambah 1 tahun untuk penyiapan masuk dunia kerja dengan kemitraan perusahaan dan juga kemitraan berbagai agensi baik yang ada di dalam maupun yang ada di luar negeri,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kemendikdasmen juga melepas 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan lembaga kursus dan pelatihan (LKP) untuk bekerja di berbagai negara.

“Programnya dua, yang pertama adalah program pelepasan lulusan SMK dan kursus untuk bekerja di luar negeri. Ada 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan kursus yang kita lepas untuk bekerja di beberapa negara,” ucapnya.

Abdul Mu’ti menegaskan para lulusan yang diberangkatkan telah dibekali kemampuan bahasa, wawasan budaya, hingga pemahaman regulasi negara tujuan.

“Mereka memiliki kemampuan bahasa, memiliki kemampuan dan wawasan berdaya serta kesiapan untuk memasuki negara di mana mereka berada. Karena juga mereka kita pelihara dengan berbagai regulasi dan sistem politik serta sistem hukum yang ada di negara tersebut,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang dinilai menjadi mitra penting dalam pengembangan program pendidikan vokasi dan kebekerjaan luar negeri.

“Kami menyampaikan terima kasih pada Ibu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang selama ini telah menjadi mitra penting kami dalam mengisikan program ini,” pungkasnya. (KN01)

 

Related posts

Bentuk SDM Hebat di Jatim, Wagub Emil Sebut Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas Pembangunan

kornus

Peringati HUT Ke-59 Kostrad, Yonarmed 12/Divif 2 Kostrad Gelar Karya Bhakti bersama Masyarakat

kornus

Pemerintah umumkan THR dan Gaji ke-13 PNS cair 100 persen