KORAN NUSANTARA
indeks Jatim

Perubahan Jalur Tol Surabaya – Gempol Akan Hambat Kelancaran Pembangunan Infrastruktuk

Surabaya (KN) – PT Jasa Marga Cabang Surabaya-Gempol menyatakan adanya perubahan jalur di Tol Porong dinilai akan menghambat kelancaran pembangunan infrastruktur.“Pembangunan Tol Porong tampaknya akan kembali mengalami kendala. Ini dikarenakan adanya perubahan jalur di kilometer 35. Apalagi, sampai sekarang di jalur baru itu belum dilakukan pembebasan lahan,” ujar Kepala Cabang PT Jasa Marga Surabaya Gempol Agus Purnomo, di Surabaya, Rabu (19/10).

Dia menjelaskan, untuk saat ini pembangunan Tol Porong masih dalam proses pengerjaan di jalan penghubung dari tol menuju arteri. “Untuk sementara ini adanya perubahan jalur di kilometer 35 tersebut disebabkan di jalur lama masih ada kemungkinan terkena dampak lumpur Lapindo,” jelasnya.

Bahkan, kata agus, untuk melakukan relokasi tol itu terdapat pergeseran lokasi dari rencana semula sekitar dua sampai tiga kilometer lebih. “Jalur lama yang berada di kilometer 35 memiliki lokasi berhimpitan dengan Arteri Porong – Gempol sehingga letaknya diubah menjadi di kilometer 32 atau 33,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya perubahan tersebut maka ada penambahan panjang dari yang awalnya 12 kilometer menjadi 14 kilometer. “Saat ini kami belum bisa melakukan pembangunan di jalur baru mengingat pemerintah belum melakukan pembebasan lahan,” paparnya.

Meski begitu, lanjutnya, pihaknya cukup optimistis, ketika pembebasan lahan sudah terealisasi Jasa Marga akan langsung melakukan pembangunan Tol Porong. “Estimasi investasi pembangunan Tol Porong tersebut diperkirakan memerlukan dana senilai Rp 1 triliun,” tambahnya.

Sementara itu, PT Jasa Marga Cabang Surabaya-Gempol akan melakukan penambahan Closed Circuit Television (CCTV) atau kamera pemantau di jalan tol ruas Dupak hingga Porong. “Kami sudah mengajukan ke pusat untuk menambah jumlah kamera pemantau di sepanjang jalan tol,” ujarnya

Tidak hanya di ruas Tol Waru hingga Porong saja, PT JasaMarga juga berencana mengajukan tambahan CCTV untuk ditempatkan di ruas tol Jembatan Suramadu. Saat ini, jumlah kamera pamantau yang ada di ruas tol antara Dupak hingga Porong hanya berjumlah 16 unit yang disimpan di titik-titik rawan kemacetan dan pintu gerbang tol. Sedangkan untuk kamera pemantau di Jembatan Suramadu terdapat tujuh unit yang dipasang dan ditempatkan di pintu gerbang serta beberapa titik di bentang tengah.

“Jumlah itu kami rasa kurang dan harus ada penambahan. Total ada 10 unit yang kami ajukan, tapi realisasinya berapapun kami siap menerima. Sementara, Jembatan Suramadu juga sangat membutuhkan kamera pemantau lebih banyak lagi. Sebab pengawasan di atas jembatan Suramadu sangat diperlukan,” tuturnya.

Agus berharap pada tahun 2012 mendatang, kamera pemantau sudah terealisasi dan terpasang di beberapa titik di ruas tol. (ris)

Related posts

Gubernur Khofifah : Alhamdulillah Setiap Hari Pasien Covid-19 di Jatim yang Sembuh Bertambah

kornus

Wali Kota Surabaya Canangkan Hari Padat Karya

kornus

Anggaran Siluman Dalam APBD Rp 200 Miliar Kontroversi

kornus