KORAN NUSANTARA
Headline indeks Surabaya

Momen Hari Pahlawan, Ketua DPRD: Perjuangan Berikutnya Adalah Pemulihan Ekonomi Masyarakat*

Surabaya (MediaKoranNusantara.com) – Hari Pahlawan 10 Nopember di Tahun 2021 ini terasa istimewa. Sebab, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Surabaya sudah ditetapkan berada di Level 1. Hal ini ditandai dengan semakin melandainya Covid-19 dan antusias masyarakat.

Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono mengatakan, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersinergi bersama DPRD Kota Surabaya mendorong pemulihan ekonomi masyarakat. Langkah ini dilakukan seiring dengan melandainya kasus Covid-19.

“Kita bersyukur Surabaya sudah berada di level 1 PPKM. Perjuangan berikutnya adalah memulihkan perekonomian di masyarakat,” kata Adi Sutarwijono diruang kerjanya di Gedung DPRD Surabaya, Selasa (9/11/2021).

Menurut dia, anggota DPRD bersama tim anggaran Pemkot Surabaya dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) yang dihadiri oleh pimpinan dan anggota Badan Musyawarah, telah berhasil menyepakati rancangan APBD Kota Surabaya Tahun 2022 sebesar Rp 10,3 triliun. Besaran APBD tersebut, nilainya hampir sama dengan sebelum masa pandemi Covid-19.

“Anggaran (APBD 2022) sebesar Rp 10,3 triliun. Ini kami dorong betul sebagai sinyal yang positif. Sebagai optimisme bahwa ekonomi Surabaya pada tahun 2022 bakal bangkit, bakal pulih seperti sediakala. Bahkan mungkin lebih kuat,” terang Awi sapaan lekatnya.

Bahkan, Awi melihat, pemulihan ekonomi di Kota Surabaya bakal lebih kuat dengan sinergi antara wali kota, bersama partai politik serta ketua partai-partai politik lainnya. Tentunya sinergi yang dilakukan wali kota itu bertujuan untuk mencocokan pikiran dan gagasan dalam mendorong pemulihan ekonomi masyarakat.

“Terutama tentang program-program kerakyatan yang mendorong pertumbuhan dan pemulihan ekonomi dan juga intervensi kebijakan sosial untuk menopang warga masyarakat yang mengalami kesulitan,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

Awi menyebut, beberapa contoh kebijakan intervensi sosial itu di antaranya adalah pemberian seragam gratis kepada 46 ribu pelajar SD dan SMP dari Keluarga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). “Juga pemberian beasiswa kepada pelajar SMA/SMK dan para santri/santriwati warga Surabaya dari kategori keluarga MBR,” imbuhnya.

Dengan mempertahankan sinergi dan kebersamaan ini, Awi optimis, Kota Surabaya akan lebih cepat dan kuat dalam menjalankan agenda tentang pemulihan ekonomi di tahun depan.

“Pemulihan ekonomi dari sektor UMKM dan sektor informal itu menjadi perhatian yang penting. Karena jumlah (sektor) itu cukup banyak di Surabaya,” ujarnya.

Nah, salah satu kebijakan pemkot dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat itu berupa penyaluran kredit melalui BUMD PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Surya Artha Utama kepada UMKM Surabaya.

“Saya melihat pemkot membuka Bank PT BPR Surya Artha Utama untuk memberikan kredit 3 persen,” pungkasnya. (KN01)

Related posts

Bahas Darurat Penyebaran Covid-19 di Surabaya, Gubernur Undang Tiga Kepala Daerah di Grahadi

kornus

Stok Pupuk Subsidi di Situbondo Habis

Ombudsman Minta Segera Pemberlakuan HET Minyak Goreng