Jakarta,mediakorannusantara.com-Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan bahwa Indonesia tetap konsisten memegang teguh prinsip politik luar negeri bebas aktif dan non-blok dalam menyikapi dinamika geopolitik global.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas ketegangan diplomatik terkait rencana Amerika Serikat yang ingin mengakuisisi Greenland dari Denmark.
Dalam sesi wawancara di Bad Ragaz, Swiss, Jumat (23/1), Menlu Sugiono menyatakan bahwa di tengah situasi dunia yang sangat dinamis, Indonesia tetap memprioritaskan perlindungan terhadap kepentingan nasional.
Menlu Sugiono menjelaskan bahwa posisi non-blok Indonesia bukan sekadar sikap netral, melainkan bentuk komitmen dalam mengedepankan perdamaian dan stabilitas global.
Menurutnya, stabilitas keamanan merupakan fondasi utama yang tidak dapat ditawar untuk mencapai kemakmuran dunia dan kesejahteraan masyarakat internasional.
Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan bahwa keadilan dan kemakmuran global hanya dapat terwujud jika konflik-konflik geopolitik dapat diredam melalui dialog.
Lebih lanjut, diplomasi Indonesia akan terus diarahkan untuk mendorong kerja sama global demi menjaga keseimbangan kekuatan internasional. Sugiono menekankan bahwa Indonesia tidak akan berpihak pada salah satu kekuatan besar dalam isu Greenland, melainkan fokus pada upaya menciptakan tatanan dunia yang stabil.
Melalui pendekatan diplomasi yang santun namun tegas, Indonesia berkomitmen untuk terus menjadi jembatan perdamaian di tengah meningkatnya persaingan pengaruh antarnegara maju.( wa/ar)
