KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

Ijtima Ulama, Komisi Fatwa MUI Jatim Bahas Isu Nikah Siri hingga Lem Fibrin

Gubernur Jatim Khofifah saat membukaan Ijtima Ulama MUI Jatim di Gedung Negara Grahadi, Rabu (27/7/2022) sore.

Surabaya (MediaKoranNusantara.com) – Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur (MUI Jatim) menggelar Ijtima Ulama di Gedung Negara Grahadi, Rabu (27/7/2022). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Ada beberapa hal yang dibahas dalam Ijtima Ulama yang diselenggarakan Komisi Fatwa MUI Jatim. Mulai dari nikah siri, polemik ucapan selamat hari raya kepada agama lain, paylater hingga persoalan medis seperti Lem Fibrin.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa berharap, hasil dari Ijtima Ulama ini dapat merespons kompleksitas atas permasalahan yang dihadapi masyarakat. Oleh karena itu, ia juga meminta agar sejumlah hal yang telah dibahas ini selanjutnya dapat ditindaklanjuti dengan pertemuan reguler.

“Karena itu saya mohon ada pertemuan reguler, supaya bisa memberikan quick respons atas apa yang harus difasilitasi secara keilmuan oleh jajaran MUI Jawa Timur,” kata Khofifah seusai membukaan Ijtima Ulama MUI Jatim di Gedung Negara Grahadi, Rabu (27/7/2022) sore.

Menurut Khofifah, Komisi Fatwa MUI Jatim merupakan bagian yang sangat penting. Melalui Ijtima Ulama ini, pihaknya berharap masyarakat mendapatkan sebuah guidance atau panduan atas permasalahan yang dihadapi.

“Dalam berbagai kompleksitas masalah yang unpredictable atau tidak diprediksi tiba-tiba muncul, masalah ini, masalah ini dan sebagainya,” ujarnya.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua DPW MUI Jatim dan Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim, KH Ma’ruf Khozinsaat bmemberikan keterangan pers usai pembukaan Ijtima Ulama..

Di tempat yang sama, Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim, KH Ma’ruf Khozin mengungkapkan, hal pertama yang dibahas dalam Ijtima Ulama adalah masih ditemukannya nikah siri bagi perempuan yang tidak memiliki surat nikah dan kemudian ditelantarkan oleh suaminya.

“Alhamdulillah ada solusi yang relatif lebih mudah. Insyaallah nanti akan diputuskan. Sehingga wanita yang mendapatkan hak lebih besar dalam kondisi suami yang tidak bertanggung jawab, itu mendapatkan solusi yang lebih mudah,” kata KH Ma’ruf Khozin.

Sedangkan hal kedua yang dibahas adalah terkait masalah ucapan selamat terhadap agama lain yang terus menimbulkan polemik dan tidak berkesudahan. Terlebih saat menjelang hari besar keagamaan.

KH Ma’ruf Khozin menyebut, dalam draf yang tengah disusun, bakal disahkan pada kondisi tertentu diperbolehkan mengucapkan selamat kepada agama lain. Hal itu untuk menjaga kondusifitas dan toleransi antar umat beragama.

“Kita mengikuti beberapa fatwa Ulama Timur Tengah yang memperkenankan, misalnya pejabat publik atau orang-orang pekerja yang kondisi sosialnya tidak lepas dari saudara kita non-Muslim. Tapi yang tidak diperkenankan jangan ikut-ikutan,” jelasnya.

Kemudian pada pembahasan ketiga yaitu soal paylater. Menurut dia, ada beberapa marketplace yang memudahkan jual beli. Namun di sana, ada jerat utang yang justru membengkak dan sebagainya.

“Sementara ini utang piutang ada kata-kata bunga. Ini kita merujuk kepada Fatwa MUI Pusat, misal dengan cara yang lebih ringan dengan cara yang tidak menjerat,” paparnya.

Sementara hal keempat yang menjadi pembahasan adalah terkait dengan jual beli metaverse. Tak hanya itu, permasalahan medis seperti lem fibrin atau menjahit luka menggunakan sel darah juga dibahas dalam Ijtima Ulama.

“Ini juga akan kami bahas dan beberapa hal ini. Tapi masalah ini bukan sekarang terjadi dibahas hari ini. Jadi ini kami siapkan, kami susun draftnya sebulan lalu. Kalau kejadiannya hari ini, dibahas hari ini, tidak mungkin bisa dikumpulkan oleh MUI 31 kabupaten/kota se Jatim,” tandasnya. (KN01)

Related posts

Semarakan HJKS Ke-722, Ribuan Pejuang Bersepeda Tua Jelajahi Taman Dunia di Surabaya

kornus

Peringati HDDS Sedunia 2022, Gubernur Khofifah : Pendonor Darah Tak Sekadar Selamatkan Nyawa, Namun Tingkatkan Solidaritas Kemanusiaan

kornus

Gus Ipul : Ungkit Peran Lansia Melalui Lansia Mainstreaming

kornus