Pagelaran wayang kulit dalam rangka peringatan HUT ke-67 Pepabri di Halaman Kantor DPD Pepabri Jatim, Sabtu (12/9/2026).
Surabaya (mediakorannusantara.com) – Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) menggelar wayang kulit semalam suntuk di Halaman Kantor DPD Pepabri Jatim, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan digelar dalam rangka peringatan HUT ke-67 Pepabri sekaligus sebagai bagian menjaga dan melestarikan Budaya Jawa agar senantiasa tetap budaya luhur bangsa di tengah perkembangan teknologi.
Turut hadir pada pagelaran wayang kulit, Ketua Umum Pepabri, Jenderal TNI (Purn.) Agum Gumelar, Ketua DPD Pepabri Jawa Timur Mayjen TNI (Purn.) Dr. Istu Hari Subagio, Sekdaprov Jatim, Dr Adhy Karyono, pengurus Pepabri Pusat, DPD Pepabri Jatim, DPC Pepabri Kabupaten serta masyarakat umum di Surabaya dan sekitar Kodam V Brawijaya.
Agum Gumelar dalam pembukaan pagelaran mengatakan, wayang kulit bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan warisan budaya leluhur yang sarat akan nilai filosofis dan kearifan hidup. Oleh karena itu, pelestarian wayang kulit merupakan tanggung jawab bersama agar tetap hidup, dikenal, dan diapresiasi oleh generasi penerus bangsa.
“Mari bersama menjaga, mencintai, dan melestarikan wayang kulit dengan mengenalkan serta mewariskannya kepada generasi muda. Jangan biarkan warisan leluhur kita hilang ditelan zaman. Karena melestarikan budaya berarti menjaga jati diri dan kehormatan bangsa,” ujarnya.
Agum menyampaikan terima kasih kepada DPD Pepabri serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah mendukung rangkaian kegiatan HUT ke-67 Pepabri. Hal ini sebagai sinergi Pepabri dengan stakeholder telah terjalin secara harmonis.
Pagelaran wayang kulit ditandai dengan penyerahan wayang tokoh Bima dari Dalang Ki Anom Dwijokangko kepada DPP Pepabri. Dilanjutkan penyerahan Gunungan dari Agum Gumelar kepada Dalang Ki Anom Dwijokangko. Pagelaran wayang kulit mengambil lakon Banjaran Bima, didukung Karawang Dwijo Laras dan menghadirkan Niken Salindri dan pelawak Joklithik-Jokluthuk. (KN01)
