KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

Gubernur Soekarwo Tegaskan Jangan Ada Rumah Sakit di Jatim Menolak Pasien

Gubernur Jatim- SopekarwoSurabaya (KN) – Gubernur Jawa Timur, Soekarwo menegaskan seluruh rumah sakit jangan sampai menolak pasien dan wajib memberikan perawatan maksimal. Dengan begitu tidak ada lagi kabar tentang pasien yang tidak dapat berobat.Demikian disampaikan Gubernur Soekarwo saat puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-49 di Kantor Dinas Kesehatan Jatim, Rabu (13/11/2013).

Menurut Gubernur, tema Hari Kesehatan Nasional, yakni “Menuju Indonesia Sehat dan Jaminan Kesehatan Nasional Bermutu” dinilai sangat tepat. Sebab kesehatan menjadi salah satu faktor penunjang kemajuan pembangunan di Indonesia khususnya Jatim.

Dari 38 juta lebih penduduk di Jatim, kata Gubernur, 14 juta lebih di antaranya memerlukan bantuan kesehatan dan 777 ribu orang akan ditanggung seluruh pengobatannya.”Anggaran untuk layanan kesehatan ini diambilkan dari APBD provinsi dan anggaran masing-masing kabupaten/kota,” katanya.

Selain itu, sekarang ini Jatim sedang mempersiapkan mekanisme layanan kesehatan di daerah-daerah sehingga rujukan tidak akan seluruhnya ke rumah sakit utama milik Pemprov seperti RSUD dr Soetomo, melainkan melalui tahapan pemeriksaan di Puskesmas, Polindes, atau Ponkesdes.

“Sistem rujukan merupakan permasalahan yang belum terselesaikan dalam sistem kesehatan di Jatim, dalam sistem rujukan yang ideal, pasien mengunjungi layanan kesehatan tingkat pertama, yang dimulai dari puskesmas dan jaringannya atau layanan kesehatan tingkat pertama lainnya terlebih dahulu sebelum menuju ke layanan kesehatan di tingkat kedua ataupun tingkat ketiga, yang terdiri dari Rumah Sakit kelas D sampai kelas A,” katanya.

Dengan demikian,  sejak awal pasien dengan kasus ringan sudah dapat disaring pada layanan kesehatan tingkat dasar dan yang tidak dapat ditangani di tingkat dasar di rujuk ke layanan kesehatan tingkat selanjutnya secara berjenjang. Kondisi ini akan membentuk suatu piramida berjenjang yang mengerucut pada tingkat tertinggi pada Rumah Sakit Kelas A.

Namun dalam praktiknya kondisi ideal ini tidak terjadi dalam pelayanan kesehatan di Indonesia termasuk di Jawa Timur. Masih banyak dijumpai menumpuknya pasien pada Rumah Sakit rujukan tingkat ketiga dengan kasus-kasus yang sebenarnya bisa diselesaikan di Rumah Sakit tingkat dibawahnya.

Hal ini merupakan permasalahan yang tidak saja merugikan secara finansial tetapi juga akan berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan serta akan berpengaruh terhadap capaian kinerja di bidang kesehatan secara keseluruhan.”Jika mekanisme ini jalan, maka rumah sakit rujukan tidak akan kelebihan pasien,” tuturnya.

Sementara Kepala Dinaas kesehatan Jatim, dr Harsono menyampaikan terimakasih pada semua pihak yang turut mendukung kemajuan dunia kesehatan di Jatim, baik swasta maupun masyarakat. “Tanpa dukungan semua pihak program peningkatan layanan kesehatan tidak akan berjalan,” ujarnya.

Ke depan, menurut Harsono, Jatim menerapkan Ponkesdes sebagai struktur kesehatan awal, dimana konsepnya bukan menyembuhkan, tetapi pencegahan dengan terus melakukan sosialisasi di sekitarnya. “Mencegah itu lebih baik dari pada menyembuhkan, prinsip itu yang terus kita jalankan. (yo)

 

Foto : Gubernur Jatim Soekarwo

Related posts

MK Kabulkan Permohonan Pembubaran RSBI

kornus

Baik Buruknya Pelayanan Angkutan Umum Merupakan Cermin Tata Kelola Sebuah Pemerintahan

kornus

Sowan KH Abdul Jalal yang Sedang Sakit, Ketua PKS Jatim Irwan Setiawan Minta Anggota Teladani Semangat Perjuangan

kornus