KORAN NUSANTARA
ekbis Hallo Nusantara Headline Nasional

Evaluasi Posisi Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza, Ahmad Muzani Singgung Kemungkinan Keluar

Evaluasi Posisi Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza, Ahmad Muzani Singgung Kemungkinan Keluar

Jakarta, mediakorannusantara.com, -Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, memberikan sinyal mengenai kemungkinan Indonesia keluar dari keanggotaan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza setelah dirinya bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana, Jakarta, Rabu (4/3) sore. Menurut Muzani, kemungkinan untuk keluar dari BoP telah beberapa kali disampaikan oleh Presiden Prabowo sebagai langkah yang dinamis dalam diplomasi internasional. “Bagi Indonesia, masuk dan keluar BoP adalah sesuatu yang bisa saja terjadi seperti beberapa kali disebutkan oleh Presiden. Kita bisa saja, kapan saja bisa keluar, tetapi sekali lagi itu harus atas kesepakatan bersama-sama,” kata Ahmad Muzani saat menjawab pertanyaan wartawan di lingkungan Istana.

Muzani menjelaskan bahwa pada awalnya Indonesia memutuskan bergabung sebagai anggota BoP karena lembaga tersebut diyakini dapat mempercepat proses menuju Palestina merdeka. Namun, situasi berubah setelah adanya serangan sepihak yang dilakukan oleh Amerika Serikat selaku penggagas BoP serta Zionis Israel yang juga berstatus anggota terhadap Iran. Kondisi inilah yang memicu Indonesia untuk mengevaluasi kembali peranan BoP ke depan agar tetap sejalan dengan misi kemanusiaan. “BoP adalah bagian dari upaya untuk mempercepat proses kemerdekaan Palestina dan pembangunan, rekonstruksi, rehabilitasi Palestina, dan itu tujuan utama dibentuknya BoP. Nah cuma kemudian ada persoalan Iran ini saya kira itu juga yang Beliau (Presiden, red.) tadi malam menyampaikan pandangan itu lebih jelas,” ujar Muzani.

Pernyataan Presiden tersebut merujuk pada acara diskusi kebangsaan yang digelar di Istana Merdeka pada Selasa (3/3) malam. Pertemuan tingkat tinggi tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh bangsa, di antaranya Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Ke-7 Joko Widodo, Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden Ke-11 Boediono, serta Wakil Presiden Ke-13 KH Ma’ruf Amin. Selain para mantan pemimpin negara, diskusi tersebut juga melibatkan sejumlah mantan menteri luar negeri, pimpinan partai politik, serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih untuk membahas perkembangan situasi global yang kian memanas.

Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Muzani mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memaparkan secara detail pandangannya mengenai geopolitik dunia yang kemudian ditanggapi secara aktif oleh para tokoh yang hadir. “Presiden menjelaskan tentang detail persoalan yang Beliau pahami, yang Beliau ketahui tentang perkembangan global. Kemudian, hampir semua pemimpin itu menyampaikan pandangan, dan ada yang bertanya, ada yang menyampaikan pandangan. Dari Presiden Jokowi, Presiden SBY, mantan wakil presiden Ma’ruf Amin, sama beberapa mantan menteri luar negeri juga menyampaikan pandangan. Pandangan-pandangannya ada yang kritis, tajam, ada yang saran, ada yang lebih merupakan pemikiran-pemikiran, dan semua pandangan itu diterima oleh Presiden dengan baik,” ungkap Muzani. Segala usulan dan pemikiran kritis dari para tokoh senior tersebut dipastikan akan menjadi masukan penting bagi Presiden Prabowo dalam mengambil keputusan strategis dan kebijakan luar negeri Indonesia di masa mendatang.( wa/at)

Related posts

MA sebut tak temukan pelanggaran kode etik pada majelis kasasi Ronald Tannur

Mendes PDTT Ungkap Dua Kunci Turunkan Angka Kemiskinan Desa

Respati

PLN Tambah Pasokan Listrik 171 Megawatt untuk Infrastruktur Jakarta