KORAN NUSANTARA
indeks Jatim

Dinas Pendidikan Jatim Deadline Dindik Kabupaten/Kota Segera Serahkan DNT

Surabaya (KN) – Untuk mempercepat proses pendataan peserta ujian nasional (UN) 2011, Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim mendeadline Dindik Kabupaten/kota untuk segera menyerahkan Data Nominasi Tetap (DNT) terakhir Awal Februari.

“Hingga kini kami belum mendapatkan data pasti terkait jumlah peserta UN, karena itu kita mendeadline Dindik Kabupaten/kota terakhir mengumpulkan DNT awal februari, sehingga pertengahan bulan februari Dindik Jatim bisa menyetorkan ke pusat,’ ujar Kepala Dindik Jatim, Dr Harun MSi MM, di Surabaya, Jumat (21/1) . Harun menambahkan, sampai saat ini Dindik Jatim baru menerima Data Nominasi Sementara (DNS) dari Dindik Kabupaten/kota. Untuk DNS Dindik Jatim telah mengumpulkan peserta UN dari lembaga penyelenggara negeri dan swasta sebanyak 34.665 orang dan jumlah peserta negergi dan swasta sebanyak 1.537.596 orang. ‘Jadi dari DNS data yang masuk di Dindik Jatim sudah mencapai 90 persen dan sisanya akan diselesaikan dalam minggu-minggu ini,’ jelasnya. Sebelumnya Dindik Jatim sudah mensosialisasikan pengumpulan DNS ke Dindik kabupaten/kota sejak bulan november 2010 lalu, akan tetapi sampai sekarang data pasti DNT dari Dindik kabupaten/kota belum 100 persen masuk. Menurutnya, belum masuknya DNT ke Dindik Jatim, dikarenakan faktor teknis seperti harus adanya legalitas atau tanda tangan pengesahan dari sekolah, pengawas dan Dindik Kabupaten/kota sendiri. ‘Jadi untuk mengirimkan DNS ke Dindik Jatim diperlukan tiga legilitas dari masing-masing lembaga. Jika tidak, maka DNS dari Dindik kabupaten/kota tidak akan diterima oleh Dindik Jatim,’ tuturnya. Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua Dewan Pendidikan Jatim, Prof Zainuddin Maliki menilai, keterlambatan penyerahan DNT oleh Dindik kabupaten/kota masih dalam kategori wajar. ‘Kita memaklumi keterlambatan penyerahan DNT karena keterlambatan ini masih bisa dikejar olah Dindik,’ terangnya. Sementara itu Polda Jatim memastikan tidak akan ada kebocoran soal dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2010-2011 mendatang. Jaminan tersebut disampaikan Kabiro Bina Mitra Polda Jatim Kombes Polisi Mohammad Fauzi,usai menghadiri Sosialisasi Ujian Nasional SD/MI/SDLB, SMPP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, SMK Negeri Swasta di Kantor Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Kamis (20/01) kemarin. Jaminan tersebut berani dikemukakan, karena Polda Jatim memberlakukan pengamanan yang sangat ketat, mulai pencetakan soal, hingga pengiriman soal ke sekolah-sekolah di seluruh Jatim. Pengamanan distribusi soal dimulai dari Bandara hingga sekolah terpencil sekalipun. Untuk ini, Polda Jatim melakukan koordinasi dengan seluruh Polres di kab/kota hingga tingkat Polsek. ‘Pengamanan itu dimulai ketika naskah soal ujian dikirim hingga naskah discaning Artinya, Polda Jatim akan mengawasi setiap soal UN yang dibawanya hingga ke sekolah,’ papar Fauzi. Ketatnya pengamanan yang diberlakukan kepolisian, karena naskah ujian tersebut, dianggap sebagai dokumen rahasia negara. Pernyataan pihak kepolisian untuk tidak main-main dalam hal pengamanan soal UN ,mematahkan isu adanya kebocoran. Terkait pendistribusian soal UN di daerah kepulauan, Fauzi menyatakan, pendistribusian ke Pulau Kangean Sumenep dan Pulau Bawean Gresik akan dilakukan lebih awal guna mengantisipasi cuaca buruk. ‘Kami akan mengupayakan penggunaan helikopter untuk mengirim naskah UN ke dua pulau tersebut. Mengingat cuaca buruk dan tingginya gelombang yang memungkinkan mengganggu pendistribusian naskah UN dengan kapal,’ tambahnya. Untuk diketahui, tahun ajaran 2010-2011 ini, jumlah peserta UN mencapai 1.537.596 siswa. Rinciannya 514.584 siswa SD/MI/SDLB, 560.569 siswa SMP/MTs/SMPLB dan 362.853 siswa SMA/MI/SMALB/SMK. (suk)

Related posts

Rawan Ditunggangi Kepentingan Pilwali, Kader Golkar Awasi Realiasi Anggaran Kelurahan

kornus

Restrukturisasi Organisasi, Demokrat Surabaya Pertahankan 90 Persen Pengurus Lama

kornus

Polrestabes Surabaya Ungkap Pengedar Narkoba Jaringan Lapas di Jatim

kornus