KORAN NUSANTARA
indeks Surabaya

Berkat Partisipasi Masyarakat Surabaya Raih Penghargaan IGRA 2011

Surabaya (KN) – Kota Surabaya kembali meraih prestasi membanggakan di bidang lingkungan. Setelah beberaspa waktu lalu berhasil meraih penghargaan Adipura Kencana, Surabaya kini kembali dianugerahi penghargaan Indonesia Green Region Award (IGRA) 2011. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada 21 September 2011 di Balai Kartini, Jakarta.
Penyelenggaraan IGRA tahun 2011 sedikit berbeda dibanding penyelenggaraan IGRA pada tahun sebelumnya. Jika tahun lalu dewan juri memilih Provinsi yang dinilai peduli pada pemeliharaan dan peningkatan kondisi lingkungan, kini IGRA 2011 memberikan penghargaan kepada Kabupaten/Kota yang peduli terhadap lingkungan hidup.
Sistem penilaian IGRA 2011 menggunakan metode Delphi, yakni metode penilaian oleh tim panelis yang beranggotakan sejumlah ahli yang kompeten di bidang lingkungan hidup dari berbagai latar belakang. Diantaranya berasal dari kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Pers, Pemerintahan, serta kalangan pengusaha. Total panelis berjumlah 15 orang.
Perjalanan Surabaya pada penghargaan ini cukup panjang. Pada putaran pertama yang dihelat pada 4 Maret 2011 lalu, Surabaya bersaing dengan 35 daerah Kabupaten/Kota yang lain untuk memperebutkan sepuluh tiket lolos ke putaran final. Pada Mei 2011 Surabaya terpilih masuk sepuluh finalis yang akan mengikuti presentasi final IGRA 2011. Kesepuluh finalis tersebut yakni, Yogyakarta (DIY), Payakumbuh (Sumbar), Surabaya (Jatim), Kabupaten Kuningan – (Jabar), Banda Aceh (NAD), Palangkaraya (Kalteng), Kabupaten Berau (Kaltim), Denpasar (Bali), Kabupaten Jepara (Jateng), dan Kabupaten Gorontalo (Provinsi Gorontalo).
Selanjutnya, para finalis akan diverifikasi oleh tim verifikator. Hasil verifikasi menjadi materi pendukung bagi Dewan Juri dalam sesi penilaian presentasi. Pada 16 Juni 2011, kesepuluh finalis diundang untuk mempresentasikan kondisi lingkungan hidupnya di hadapan Dewan Juri. Berdasarkan penilaian Dewan Juri, pada 21 Juli 2011 diumumkan bahwa Surabaya berhasil memenangi penghargaan IGRA 2011.
Keberhasilan Surabaya meraih penghargaan IGRA 2011 ini tak lepas dari berbagai program Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam hal pengelolaan lingkungan. Salah satu upaya Pemkot yakni penyelenggaraan pengolahan sampah yang ramah lingkungan. Kegiatan pengelolaan sampah di Surabaya difokuskan pada pengurangan sampah melalui proses daur ulang dengan teknologi ramah lingkungan.
Walikota Surabaya Tri Rismaharini dalam paparannya beberapa waktu lalu menjelaskan, program pengelolaan sampah tersebut tidak bisa berjalan tanpa peran aktif masyarakat. Menurutnya, banyak warga yang tertarik lantaran mereka mendapatkan nilai ekonomis dari program daur ulang sampah anorganik. Hasil daur ulang bisa dimanfaatkan untuk kerajinan tangan, pernak-pernik, miniatur dan cinderamata yang memiliki nilai jual tinggi. Sedangkan untuk sampah organik diolah menjadi kompos di beberapa rumah kompos yang ada di sejumlah titik.
Langkah-langkah tersebut nyatanya mampu mereduksi jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Berdasarkan data dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya, pengurangan jumlah sampah di beberapa lokasi cukup signifikan. Di komplek Kenjeran, pengurangan jumlah sampah mencapai 40 persen. Bahkan di Kali Rungkut tercatat 80 persen sampah berhasil terreduksi.
Atas kesuksesan ini, Pemkot Surabaya mengucapkan terima kasih atas peran serta masyarakat dalam upayanya menjaga kelestarian lingkungan Kota Surabaya. “Warga Surabaya punya andil besar bagi Kota Surabaya dalam meraih berbagai penghargaan,” ujar Walikota Surabaya dalam paparannya. (anto)

Related posts

Pemprov Jatim Kirimkan Sembako untuk Suplai Bahan Pangan Dapur Umum di PSBB Malang Raya

kornus

Perseteruan Partai Gerindra Semakin Memanas

kornus

Kodam V/Brawijaya Selenggarakan Pelatihan Wawasan Bela Negara Para Preman

kornus