KORAN NUSANTARA
indeks Surabaya

Ruangan Dikepung, WW Kabur Lewat Pintu Darurat

Surabaya (KN) – Keberadaan Wishnu Wardhana di gedung dewan yang masih bersikukuh sebagai Ketua DPRD Surabaya, meski sudah mendapat SK Gubernur Jatim terkait pemecatannya, Selasa (23/4/20130 membuat panas situasi di gedung wakil rakyat di Jl Yos Sudarsi. Sebelumnya di luar ruang gedung wakil rakyat itu, pendukung dua kubu, pendukung WW sapaan akrab Wishnu dan pendukung anggota dewan, saling berkumpul.

Kedatangan WW yang langsung mendekam dalam ruangannya, tak mau keluar karena merasa masih legal sebagai Ketua DPRD Surabaya. Namun kondisi di ruang kerjanya semakin panas, lantaran pihak yang menginginkan kepergian WW, semakin banyak. Bahkan ada aksi untuk membuka pintu ruang kerja WW secara paksa.

Sementara, anggota Fraksi Demokrat lainnya, Ratih Retnowati berusaha mengetuk pintu WW berkali-kali. Namun tak ada respon dari WW. Sementara aksi di dalam ruang tunggu WW, beberapa anggota dewan mencopoti atribut WW seperti foto yang ada di ruang tamu WW. Di ruang itu tak saja ada beberapa anggota dewan, tapi juga kader Partai Demokrat Surabaya.

Sebelumnya, sempat ada sterilisasi pendukung WW dan pendukung anggota dewan lainnya dari ruang gedung dewan. Hanya kader Demokrat yang masih berada di dalam gedung dewan.

Rupanya, situasi panas itu membuat WW ketakutan. Diam-diam, WW yang terdesak, menggunakan ‘pintu rahasia’ yang tembus tepat di depan ruang Komisi B DPRD Surabaya lari terbirit-birit dari kepungan kader Demokrat. Dari ruang kerjanya di lantai II, WW menggunakan tangga darurat menuju pintu utama, untuk kabur. WW dikawal beberapa petugas kepolisian.

WW pun langsung menuju kendaraan dinasnya, Toyota Camry untuk kabur dari gedung dewan. Beberapa wartawan yang ingin mengabadikan kejadian itu, nyaris tertabrak kendaraan yang dipacu sopir WW karena kepanikannya.

Ditemui di lokasi, pembina Fraksi Golkar Adies Kadir mengatakan jika aksi itu bagian dari kekecewaan anggota dewan terhadap ngototnya WW yang tak mau melepas jabatannya. Sementara usai mengusir WW, massa pun mendatangi ruang kerja Sekwan Harry Sulistyowati yang dianggap pro-WW. Massa anggota dewan itu mendesak agar segera digelar rapat Banmus. Informasinya rapat itu bakal digelar malam.

Usai WW keluar dari gedung DPRD Surabaya, anggota DPRD Surabaya yang ingin WW segera lengser dari Ketua DPRD Surabaya, juga ingin menemui Hari Sulistyowati, Plt Sekretaris DPRD Surabaya. Nampaknya pejabat perempuan ini pun ketakutan dan bersembunyi di ruang bagian keuangan serta menguncinya dari dalam.

Beberapa anggota dewan memang ingin mendapat kepastian terkait stempel dan buku agenda yang tak diketahui dimana rimbahnya. Karena mengunci diri di ruangan maka sulit untuk menanyai Hari. Maka diputuskan agar perwakilan dewan yang menanyai Hari. Erick Tahalele, Masduki Toha dan beberapa lainnya pun masuk ruangan.

Namun hasilnya, Hari mengatakan stempel dan buku agenda itu tak ada ditangannya. Menurutnya, buku agenda dan stempel itu dibawa Wishnu Wardhana. Karena pengakuannya ini Hari pun diminta membuat surat pernyataan jika dia tak membawanya.

Buku agenda dan stempel ini diperlukan untuk membuat undangan rapat termasuk Bamus dan sidang paripurna istimewa. Dikhawatirkan tanpa stempel rapat tersebut tidak sah jika dilakukan.

“Kami sudah nelpon Setdaprov Jatim, tanpa stempel untuk membuat undangan tersebut rapat tetap sah. Tidak apa-apa meski tak ada stempelnya,” ujar Masduki Toha angota dewan dari Fraksi PKB, Selasa (23/4/2013), sore.

Karena ketakutan ini, Hari Sulistyowati sempat didatangi Agus, suaminya di ruangan bagian keuangan. Bahkan Agus yang anggota TNI AL ini sempat meluapkan emosinya kepada Erick Tahalele dan Masduki Toha di depan ruangan bagian keuangan.

Agar tak terjadi hal yang tak diinginkan, Erick minta agar polisi membawa Agus keluar gedung dewan. Agus pun menuruti untuk menjauhi ruangan bagian keuangan meski beberapa lama lagi kembali masuk ke ruang di mana Hari berada.

“Rapat Bamus akan dilakukan Rabu dan esok harinya dilakukan sidang paripurna istimewa,”kata Armuji yang nampak ikut berada di tengah tengah kerumunan tersebut.

Kegaduahan digedung dewan itu juga terjadi di ruangan Komisi C. Agus Santoso dikomisi C juga didatangi anggota Fraksi Demokrat Mochamad Anwar dan kawan kawan di ruang komisi C. Maksudnya ditanyai kenapa masih ngantor di DPRD Surabaya.

Kedatangan anggota Fraksi Demokrat di Komisi C yang awalnya tegang  itu sempat dilarai anggota Komisi C Agus Sudarsoso, Namun Agus Santoso mengatakan dirinya sudah mundur dan kini menjadi caleg Partai Hanura Surabaya. “Saya sudah mundur dari Partai Demokrat,” ujarnya. (anto)

 

Foto : Suasana gedung DPRD Surabaya, Selasa (23/4/2013)

Related posts

Putus Mata Rantai Rentenir, Gubernur Khofifah Salurkan Rp50 Juta Zakat Produktif Bagi Pelaku Usaha Ultra Mikro di Pamekasan

kornus

Pakde Karwo Tinjau Operasi Pasar di Pasar Soponyono Rungkut

kornus

16 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat

kornus