KORAN NUSANTARA
indeks Surabaya

Pemkot Janji Bakal Lepas dan Menyerahkan Terminal Purabaya Ke Pemkab Sidoarjo


Surabaya (KN) –
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan bakal melepas dan menyerahkan Terminal Purabaya ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Syaratnya, jika Terminal Tambak Oso Wilangun (TOW) bisa dioperasionalkan secara maksimal.

Kabarnya bila dalam kurun waktu satu tahun TOW sudah beroperasi maksimal, maka Purabaya atau yang lebih akrab disebut Bungurasih akan disarahkan ke Pemkab Sidoarjo dalam waktu setahun pula.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Sachiroel Alim mengatakan, rencana itu sudah digagas Pemkot dan DPRD Surabaya. Pelepasan Purabaya tersebut karena Surabaya tidak pernah untung dalam mengelola Purabaya. Di sisi lain Pemkab Sidoarjo minta jatah bagi hasil dari nilai bruto, bukan neto.

“Program ini sudah dibicarakan DPRD bersama Pemkot. Kalau dalam setahun ke depan TOW sudah maksimal, maka Purabaya akan segera diserahkan ke Sidoarjo. Selanjutnya, Pemkot dan Dewan akan membesarkan TOW,” ungkap Alim, Senin (25/3/2013).

Disinggung kenapa Pemkot dan DPRD terburu-buru dalam menyerahkan Purabaya ke Sidoarjo, ini karena pengelolaan terminal itu menghabiskan anggaran sekitar Rp 2,2 miliar per tahun. Sementara hasil yang diperolehnya sekitar Rp 5 miliar. Sidangkan Sdioarjo minta bagi hasil dari nilai bruto, bukan neto.

Sedangkan upaya pemaksimalan TOW sendiri, lanjut Alim, kini DPRD Kota Surabaya mendukung upaya penyelesaian perpindahan trayek bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) jurusan Pantai Utara (Pantura0 yang selama ini di Terminal Purabaya ke dilakukan secara bertahap.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Simon Lekatompessy menmbahkan, konsep baru tentang pemaksimalan TOW yang dibuat Pemkot setelah memperoleh rekomendasi dari Ombudsman mulai dilaksanakan. “Artainya, konsep yang semula masih ngambang sudah mualai ada kepastiannya,” katanya.

Selama ini, lanjut dia, pihaknya menilai konsep Pemkot tidak dilengakapi tahapan-tahapan yang jelas itu. Tapi kini tahapan itu sudah ada dan tertulis secara nyata. Artinya, nantinya ada 10 bus yang trayeknya dipindahkan terlebih dahulu. Selanjutnya, akan disusul 10 bus berikutnya.

Menurutnya, tidak mungkin Pemkot Surabaya memindahkan jurusan sebanyak 256 bus pantura dari Purabaya ke TOW secara bersamaan. Karena, kenyataannya hal itu tidak bisa dilaksanakan sama seperti membalik telapak tangan.

“Pemkot Surabaya memiliki jadwal khusus pemindahan jurusan bus tersebut secara bertahap, misalnya pada bulan ini busa yang pindah 10 persennya, kemudian pada bulan berikutnya 10 persen-nya hingga semuanya tuntas,” jelas Simon. (nug)

 

Foto : Terminal Purabaya Surabaya

Related posts

Pantau Vaksinasi Pedagang Pasar, Walikota Eri Cahyadi Bersyukur Proses Vaksinasi Tetap Menjaga Prokes

kornus

Jadi Ujung Tombak Satuan, Kodim Lamongan Gencarkan Latihan Teknis dan Taktis

kornus

Balai Pertemuan dan MCK Diresmikan Ketua PDIP, Warga Kampung Siap Menangkan Eri-Armuji

kornus