KORAN NUSANTARA
indeks Surabaya

Rekatagori Pelanggan, Siasat PDAM Surabaya Untuk Menaikan Tarif

Surabaya (KN) – Obral janji PDAM Surya Sembada Surabaya untuk tidak menaikan tarif ke pelanggannya hanya akal-akalan saja. Memang benar, secara nyata PDAM tak pernah mengumumkan atau meminta kenaikan tarif ke dewan, namun PDAM justru memiliki akal lain. Yakni dengan cara melakukan rekatagori pelanggan. Otomatis, sekitar 85 persen pelanggannya atau sejumlah 402 ribu dari total 473 ribu pelanggannya harus mengalami rekategori tersebut.

Dengan terkena rekategori itu, tentu saja tarif pelanggan yang selama ini sudah dibayarkan, berubah melambung. Memang ada tarif yang dialami pelanggan turun dari bulan-bulan sebelumnya, tapi kebanyakan perubahan yang terjadi justru dianggap pelanggannya memberatkan karena tarifnya sama saja naik.

“Ini kan sama saja akal-akalannya PDAM. Di satu sisi menegaskan bakal tak ada kenaikan tarif, tapi di sisi lain juga melakukan rekategori yang ujung-ujungnya juga terjadi perubahan tarif pada pelanggannya,” tegas anggota Komisi D DPRD Surabaya Mazlan Mansur, Sabtu (8/10).

Mazlan juga menegaskan, tujuan dari rekategori itu bagi PDAM adalah adanya pemerataan pelanggan. Pelanggan yang masuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah, bisa dilakukan subsidi silang dengan pelanggan menengah ke atas. Nyatanya, pelanggan yang masuk ke menengah bawah malam terkena perubahan tarif atas kebijakan rekategori pelanggan.

“Dengan adanya kebijakan rekategori itu, PDAM pada 2012 ini malah untuk besar. Pendapatan PDAM sampai saat ini justru sudah mencapai Rp126 miliar. Ini kan membuktikan tak ada pemerataan yang bisa dijalankan dari rekategori tersebut. PDAM harus memertanggungjawabkan hal ini,” tambah politikus PKB ini.

Seperti yang pengauan Yenny, warga Kelurahan Kedungbaruk, Rungkut, Ia merasa kaget dengan kenaikan tarif yang alaminyta. Selama beberapa tahun dia membayar PDAM setiap bulanya hanya sekitar Rp 35-40 ribu, tapi untuk pembayaran bulan Oktober ini tiba-tiba melambung menjadi Rp 69 ribu. Padahal pemakaian air setiap bulan tetap dan ini sudah dialami sekitar 7 tahun.

“Ini terbukti apa yang digembar-gemborkan Direksi PDAM tidak akan menaikan tarif hanya obral janji belaka,” sesalnya. (anto/Jack)

Related posts

Pantau Penerapan Aplikasi Silacak, Panglima TNI dan Kabaharkam Polri Cek Tiga Puskesmas di Jatim

kornus

IDI Merapat ke Jokowi

redaksi

Partai Gerindra Surabaya Kirim Daftar Bacaleg ke DPD

kornus