KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

Proteksi Warga dari Penyakit Pasca Banjir Bandang di Kota Batu, Kesira Jatim Terjunkan Tim Medis

Surabaya (MediaKoranNusantara.com) – Ketua Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) Jawa Timur, dr Benyamin Kristianto. MARS menyatakan prihatin atas musibah banjir bandang yang menimpa warga di Kota Batu dan Malang.

Oleh karena itu, dr Benyamin yang juga anggota Komisi E DPRD Jatim mengaku bakal menerjunkan tim medis untuk membantu warga di sana. Utamanya dalam membantu perawatan para korban.

“Kami dari Kesira Jatim sudah mempersiapkan tim medis yang akan berangkat untuk melihat situasi kondisi teman-teman di lapangan, saudara-saudara kita, apakah ada yang membutuhkan bantuan perawatan,” kata dr Benyamin ditemui di Surabaya, Minggu (7/11/2021).

Menurut anggota DPRD Jatim dari Fraksi Partai Gerindra ini, 2 – 4 hari pasca banjir, biasanya mulai timbul beberapa penyakit yang dapat menyerang warga. Seperti diantaranya penyakit diare, batuk pilek hingga gatal-gatal yang menyerang kulit.

“Oleh karena itu kami siapkan tim medis. Selain kami sudah mengumpulkan beberapa barang-barang sembako untuk membantu mereka,” ungkap dia.

Tak hanya itu, Politisi Partai Gerindra itu juga telah berkoordinasi dengan pengurus Kesira di Malang Raya untuk pendirian posko darurat. Melalui posko itu, bantuan dari seluruh daerah di Jatim dapat di-drop dan kemudian didistribusikan kepada warga terdampak.

“Sehingga kita punya (posko) untuk di Malang itu bisa membackup setiap aksi kita dan mendrop bantuan-bantuan yang dibutuhkan,” ujar dia.

Saat ini, tim dari Kesira Jatim sudah berangkat membawa bantuan sembako untuk dibagikan kepada warga terdampak. Sedangkan untuk tim medis, rencananya akan mulai berangkat pekan depan untuk mencegah timbulnya penyakit pasca banjir.

“Sebenarnya kita sudah berangkat, ada yang membawa sembako. Nanti minggu depan kita berangkatkan yang tim medis untuk mencegah penyakit-penyakit pasca banjir,” kata dr Benyamin.

Di lain hal, dr Benyamin juga menegaskan, bahwa langkah preventif untuk mencegah banjir serupa harus segera dilakukan. Karenanya, ia mengaku bakal berkoordinasi dengan kepala daerah setempat agar peristiwa banjir bandang tidak kembali terulang. Menurut dia, ketika penataan site plan suatu wilayah itu memperhatikan ekosistem alam, tentunya peristiwa banjir ini bisa dicegah.

“Dalam tata suatu daerah baik itu perhutanan maupun bangunan untuk perumahan, maka kepala daerah harus membuat site plan yang jelas,” terang dia.

Penataan site plan yang dimaksud adalah memastikan setiap fungsi dari pada pembangunan wilayah. Misalnya, mana daerah yang khusus untuk lahan penghijauan, pertanian, perumahan atau hutan. “Jadi harus hati-hati jangan sampai terjadi penebangan pohon (hutan) diubah ke pertanian,” tambahnya.

Makanya, ia berharap, jangan sampai tujuan dari pada fungsi hutan untuk mencegah banjir kemudian hilang. Bagi dia, penataan site plan dalam suatu daerah itu sangatlah penting.

“Oleh karena itu sekali lagi, semua pimpinan daerah dalam membuat site plan dari pada suatu penataan daerahnya masing-masing, agar memperhatikan ekosistem yang ada,” tandasnya.

                        Aufa Zhafiri, Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim Dapil VI (Malang Raya) 

Hal yang sama juga disampaikan anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim Dapil VI (Malang Raya), Aufa Zhafiri. Pihaknya mengaku sudah menginstruksikan semua kadernya untuk turun langsung membantu warga terdampak banjir bandang di Kota Batu dan Malang.

“Jadi sudah turun, mulai DPC Partai Gerindra Kota Batu, Kota Malang, Kabupaten Malang, ranting-ranting PAC dan bahkan tim saya pribadi turun ke sana memberikan bantuan minimal yaitu obat-obatan, bantuan sembako. Lalu juga kita bantu mengevakuasi rumah-rumah warga terdampak,” kata Aufa.

Ia berpendapat, bahwa Pemprov Jatim tentunya harus memberikan perhatian lebih terhadap sektor pertanian. Misalnya memberikan edukasi kepada warga mana lahan-lahan yang memang peruntukannya untuk pertanian atau hutan.

“Dimana lahan-lahan tersebut harusnya ada edukasi ke masyarakat. Pemprov Jatim harus lebih memberikan alokasi anggaran untuk sektor-sektor pertanian dan juga untuk relokasi tanah,” ujarnya.

Bahkan, Aufa mengaku, sebelumnya sudah menyampaikan hal ini beberapa waktu lalu. Bahwasanya lahan-lahan di Kota Batu perlu dilakukan relokasi. Artinya, lahan-lahan pertanian yang sudah tidak layak harus dipindahkan ke lahan yang layak.

“Lalu lahan-lahan yang rawan longsor harus dibangun plengsengan atau penghijauan ditanami kembali tanaman-tanaman keras. Salah satu tindakan preventif untuk mencegah bencana seperti ini terulang kembali,” pungkas dia. (KN01)

 

Related posts

Perayaan Nyepi Dikawal Ketat Aparat Kodim Surabaya Utara

kornus

BNPP: Terkait Omnicron, TNI-Polri Tutup Jalur Tradisional RI-PNG

Jatim Tiga Tahun Berturut-Turut Raih Juara Umum Lomba Wana Lestari Nasional

kornus