KORAN NUSANTARA
Headline indeks Surabaya

Komunitas Nol Sampah Temukan Pencemaran di Sungai Woonorejo Rungkut

Surabaya (MediaKoranNusantara.com) – Kasus pencemaran sungai masih terjadi di Surabaya, salah satunya sungai Wonorejo di kawasan Kecamatan Rungkut. Di sungai tersebut diduga airnya telah tercemar. Indikasi itu karena munculnya buih atau busa di sekitar pompa air di kawasan setempat.Ini diketahui saat Komunitas Nol Sampah, salah satu komunitas lingkungan hidup di Surabaya, melakukan pemantauan di sungai tersebut. Pada Minggu (27/1/2019) lalu sekitar pukul 16.00 WIB, air sungai diketahui berbusa.

Hanie Ismail, community organizer Komunitas Nol Sampah mengatakan secara rutin pihaknya melakukan pantauan kualitas air sungai. Menurutnya, ketika pompa air di afvoer Wonorejo dioperasionalkan, air menjadi berbusa.

“Saya kira tidak hanya terjadi sekarang. Bahkan setiap pompa air dihidupkan (dioperasionalkan), selalu muncul buih atau busa,” ungkapnya, Selasa (29/1/2019).

Ia menduga sungai ini sudah tercemar. Tetapi indikasi pencemaran bukan dilakukan oleh limbah pabrik, melainkan dari industri rumah tangga atau limbah domestik.

Limbah ini bisa berasal dari penggunaan deterjen atau sabun yang tidak ramah lingkungan. Air dari kamar mandi langsung mengalir ke selokan, lalu ke sungai. “Kami berharap mari kita kurangi penggunaan deterjen atau sabun secara berlebihan,” terangnya.

Lebih lanjut Hanie ismail menyatakan limbah ini telah mengganggu ekosistem sungai. Habitat ikan di sungai menjadi berkurang dan berimbas pula kepada petani tambak. “Sebab dari air sungai inilah petani tambak mengganti air untuk tambaknya,” tambahnya.

Ia pun mendesak Pemkot Surabaya melakukan tindakan konkret untuk mengatasi pembuangan limbah ini. Caranya, meminta pemkot untuk membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Jadi limbah domestik rumah tangga, sebelum mengalir ke sungai, telah difilter dulu melalui IPAL,” katanya kembali.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Surabaya Eko Agus Supiadi mengatakan pihaknya telah mengecek temuan pencemaran di sungai Wonorejo itu. Menurut dia, pihak LH juga telah menurunkan tim untuk mengecek hal tersebut.

“Kami juga sudah mengambil sampel air dan sedang kami uji lab (laboratorium, Red)” ungkapnya.
Meski demikian, ia tidak menampik bahwa air sungai yang berbusa itu adalah akibat pencemaran limbah rumah tangga. “Dugaan kami juga seperti itu,” lanjutnya.

Sedangkan mengenai pembangunan IPAL, langkah itu dinilainya sebagai solusi yang bagus. Namun ia mengatakan pembuatan IPAL seperti itu tidak dalam kewenangan Pemkot Surabaya.“Kami hanya akan memberikan pendampingan secara teknis bagaimana membuat IPAL-nya,” pungkas Eko Agus. (KN0)

 

Foto : Pencemaran limbah berbusa di sungai Wononejo, Rungkut

Related posts

Prosentase Penduduk Miskin Jatim Mengalami Perubahan Selama Priode Maret 2010-2011

kornus

Pemkot Surabaya Salurkan Kaki Palsu hingga Modal Usaha

kornus

Majukan Riset Energi dan Pendidikan, ITS Turut Teken MoU dengan PLN

kornus