Surabaya (KN) – Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Timur, April Wahyu Widati mengatakan, proyeksi tersebut terbilang stagnan atau sama dengan pertumbuhan tahun lalu mengingat pada semester pertama tahun ini penjualan ritel tidak tercapai.“Apalagi biasanya pada saat momen Ramadhan Lebaran ini mampu menggenjot penjualan ritel, dengan kontibusi penjualan selama momen tersebut mencapai 15 persen. Namun tahun ini tidak sampai segitu karena masyarakat menahan untuk membeli dikarenakan berbarengan dengan biaya sekolah anak,” jelasnya, Selasa (11/7/2017)
Dia menjelaskan pada momen Lebaran tahun ini yang berbarengan dengan tahun ajaran baru, masyarakat lebih memprioritaskan kebutuhan sekolah anak atau bisa dikatakan konsumen lebih selektif dalam membelanjakan uangnya
April mengungkapkan, pada Lebaran tahun ini atau biasanya pada H-7 terjadi pertumbuhan penjualan mencapai 30 persen, tetapi tidak juga untuk tahun ini.
Berdasarkan catatan Aprindo, hingga Juni 2017, kinerja penjualan ritel di segmen minimarket mengalami pertumbuhan 7,8% bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (ovi)
