KORAN NUSANTARA
Headline indeks Surabaya

BLH Akan Sanksi Tempat Usaha Yang Belum Miliki IPAL

Musdiq Ali Suhudi -BLH-SurabayaSurabaya (KN) – Pernayataan tegas diberikan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Surabaya, Musdiq Ali Suhudi dengan tegas menyatakan akan memberirak sanksi tegas  tempat usaha yang belum memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).  Berdasarkan catatan di BLH ada beberapa usaha yang ditengarai belum memiliki IPAL. Misalnya show room yang juga menyediakan tempat pencucian.  Menurut Musdiq, untuk show room mobil sebenarnya BLH tidak mengharuskan usaha tersebut memiliki IPAL.

“Kalau murni show room mobil sebenarnya tidak perlu IPAL. Yang jadi masalah itu kan yang merangkap sebagai tempat pencucian mobil,” tegas Musdiq, Senin (18/8/2014).

Sesuai aturan di BLH, untuk tempat cuci mobil memang diharuskan memiliki IPAL. Sarana tersebut digunakan untuk membuang air bekas cucian mobil atau oli yang keluar dari mobil yang sedang dicuci. Untuk show room mobil 90 persen belum memiliki IPAL.

Sementara untuk rumah makan, ia memastikan sebagaian besar sudah memiliki instalasi pengelolaan air limbah. Masalahnya, meski telah memiliki sarana IPAL tidak sedikit rumah makan yang membuang limbah secara sembarangan. “Kesalahan terbanyak, ketika membuang limbah lemak yang ada tidak dipisahkan. Padahal seharusnya kan dipisahkan dulu,” katanya.

Masalah lainnya, pemilik rumah makan biasanya tidak rutin dalam memebersihkan IPAL yang dimiliki. Parahnya lagi, mereka selama ini tidak memiliki petugas khusus yang bertugas utnuk membersihakn. “Nanti akan kita cek lagi. Kalau masih bermasalah ya akan kita tutup. Lebih-lebih tempat uasaha yang tidak memiliki izin gangguan (HO),” tegasnya.

Terpisah, wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Simon Lekatompessy meminta BLH tidak gegabah dalam menjatuhkan sanksi bagi para pengusaha yang belum memiliki IPAL.  Akan lebih baik jika pemerintah kota melakuan instropeksi terlebih dahulu terhadap dinas-dinas yang ada.

Menurut Simon, selama menjadi anggota dewan program yang dimiliki pemerintah kota cukup banyak.  Namun tidak sedikit program yang dibuat justru tidak berjalan dengan baik.
“Kalau bisa pemkot jangan hanya mencari-cari kesalahan pengusaha saja. Langsung saja kasih solusi. Masyaralat itu butuh solusi konkrit bukan hanya rencana-rencana saja,” tegas Simon.  (anto)

Related posts

Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Surabaya, Pemkot Kerahkan 25 Unit Mobil Damkar Tangani Genangan

kornus

Kawal Suara Kemenangan dan Pilpres, TPD Ganjar-Mahfud Kerahkan Ratusan Ribu Relawan di TPS se-Jatim

kornus

Prajurit TNI di Lebanon Bantu Panen Buah Zaitun

kornus