KORAN NUSANTARA
ekbis Headline indeks

BI Anjurkan Anak-Anak Diberi Bekal Pengetahuan Tentang Pengelolaan Keuangan Sejak Dini

Surabaya (KN) – Di tengah semakin mahalnya biaya hidup saat ini, peran orang tua maupun guru sekolah harus berperan aktif untuk pemanfaatan menabung sejak dini.“Karena yang menjadi kerisauan Bank Indonesia saat ini adalah soal tingginya inflasi yang dipicu oleh perilaku konsumerisme (pemakaian barang berlebihan) warga,” papar Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia wilayah IV Jawa Timur, Budi Widihartanto

Budi berharap, peran serta sekolah maupun orang tua dalam pemahaman menabung sejak dini perlu dilakukan. Contahnya disekolah misalkan kata Budi, program koperasi sekolah wajib diutamakan dan lebih banyak digalakkan pada siswanya untuk menabung di koperasi sekolah tersebut.

“Bank Indonesia sudah perintahkan pada perbankan agar memberi dana pada koperasi-koperasi termasuk di sekolahan. Akan tetapi, pemberian dana bank ke koperasi tersebut harus benar-benar jelas dan memiliki badan hukum,” ungkapnya

Sementara itu, Kepala Program Plan Internasional Indonesia Nono Sumarno menegaskan, saat ini kerendahan kaum muda dalam menabung sejak dini masih terlihat minim. Minimnya menabung sejak dini itu diakibatkan kurang pemahaman tentang keuangan serta keahlian dalam pengelolalaan uang.

“Seharusnya, mereka ini sudah mengerti sejak awal dalam pengelolaan keuangan. Tabungan sejak dini merupakan salah satu cara untuk merancang masa depan untuk anak itu sendiri,” terang Nono dalam acara seminar bertajuk Integrasi Financial Education Dalam Kurikulum Pendidikan di gedung De Javasche Bank ( eks, Gedung BI zaman Belanda) di Jalan Garuda Surabaya, Senin (23/6//2014)

Menurut Nono, hingga saat ini pemahaman masalah keuangan (finacial literacy) masyarakat Indonesia masih terbilang rendah. Dari penelitian Bank Dunia dan Global Financial Inclusion 2011 lalu hanya mencapai 19,6 persen dari 150.9 juta orang dewasa yang memiliki rekening tabungan di bank komersial.

“Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap masalah keuangan diperparah dengan tingginya perilaku konsumtif masyarakat, termasuk kalangan pelajar,” tegas Nono. (ovi)

Related posts

Gubernur Khofifah Buka Orientasi PPPK Angkatan 1-8 Tahun 2024

kornus

Serahkan 11 Mobil Operasional Pinjam Pakai, Wali Kota Eri Cahyadi: Ini Bentuk Apresiasi kepada Polrestabes Surabaya!

kornus

Gubernur Khofifah Beri Penghargaan kepada 38 Perempuan Berprestasi dan Berjasa se-Jatim

kornus