KORAN NUSANTARA
Headline Nasional

Kemensos Gelar MPLS Sekolah Rakyat 2026/2027 Secara Bertahap

Menteri Sosial Saifullah Yusuf

JAKARTA, mediakorannusantara.com — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 akan mulai berjalan pada Selasa, 14 Juli 2026 secara bertahap dalam empat gelombang.

“MPLS dimulai bertahap bukan tanda ketidakpastian, tetapi bentuk tanggung jawab. Kami tidak ingin anak-anak datang ke tempat yang sarananya belum benar-benar siap. Setiap titik harus aman dan nyaman sebelum kami menyambut mereka,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Jakarta pada Senin, 13 Juli 2026.

Pola ini dipilih untuk memastikan seluruh sarana pendidikan dan asrama benar-benar siap sebelum siswa baru datang.

Menurut Gus Ipul, pelaksanaan MPLS secara bertahap didasarkan pada tiga pertimbangan utama, yaitu kesiapan fungsional sarana prasarana, keamanan dan kenyamanan siswa, serta ketersediaan utilitas dasar seperti air bersih, listrik, dan sanitasi.

“Sekolah yang sarananya belum sepenuhnya siap tidak dipaksakan menerima siswa demi keamanan. Ruang kelas, asrama, serta fasilitas pendukung harus dipastikan siap huni sebelum siswa datang,” katanya.

Sebanyak 101 Sekolah Rakyat akan melaksanakan MPLS dengan pembagian empat gelombang.

Gelombang I terdiri dari 19 Sekolah Rakyat Permanen pada Selasa, 14 Juli 2026.

Gelombang II terdiri dari 63 Sekolah Rakyat Permanen pada Jumat, 31 Juli 2026.

Gelombang III terdiri dari delapan Sekolah Rakyat rintisan Jabodetabek pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Gelombang IV terdiri dari 11 Sekolah Rakyat permanen pada Senin, 31 Agustus 2026.

Gus Ipul menjelaskan seluruh gelombang menggunakan kerangka MPLS yang sama.

Kerangka tersebut adalah 19 hari pelaksanaan dalam empat fase yang ramah anak sebagai bagian dari program persiapan selama kurang lebih tiga bulan sebelum memasuki pembelajaran reguler dan kehidupan berasrama penuh.

“MPLS merupakan bagian dari program persiapan yang berlangsung kurang lebih tiga bulan. Setelah MPLS dilanjutkan dengan matrikulasi, kemudian siswa memasuki program pembelajaran reguler dan program keasramaan,” katanya.

Program persiapan tersebut terdiri atas 19 hari MPLS dan sekitar 2,5 bulan matrikulasi.

Pada tahap ini, siswa dikenalkan pada potensi dirinya, warga sekolah, kurikulum, serta lingkungan sekolah dan kehidupan berasrama.

Selain itu, MPLS memuat 36 materi yang dikelompokkan dalam tujuh tema.

Tujuh tema tersebut adalah pengenalan lingkungan sekolah, pembentukan karakter, literasi dan numerasi, kesehatan dan perlindungan anak, literasi digital, kedisiplinan, hingga pencegahan perilaku berisiko seperti perundungan, penyalahgunaan narkoba, dan judi online.

Selama MPLS, seluruh siswa juga akan menjalani cek kesehatan gratis, asesmen psikologis dan pemetaan potensi diri, serta pendampingan pembiasaan hidup berasrama.

Pada lima hari awal, siswa akan didampingi Taruna TNI-Polri untuk membantu pembentukan disiplin dan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari.

Gus Ipul menegaskan seluruh rangkaian MPLS dilaksanakan dengan prinsip ramah anak dan nol toleransi terhadap segala bentuk kekerasan.

“Tidak ada kekerasan seksual, kekerasan fisik, perundungan maupun intoleransi. Jika terjadi kekerasan, pelakunya langsung diberhentikan. Tidak ada surat peringatan pertama ataupun kedua,” katanya.(wa/an)!

Related posts

Taruna AAL Tingkat II Terima Pembekalan Pengetahuan Maritime Diplomacy

Wali Kota Eri Cahyadi Pimpin Sweeping Jam Malam Anak di Surabaya

kornus

Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad Hibur Anak – Anak Pengungsi Erupsi Semeru

kornus