KORAN NUSANTARA
Hallo Nusantara Headline Nasional

Lampaui Standar FAO, Indonesia Berhasil Capai Status Swasembada Pangan

Menteri Pertanian Amran Sulaiman

Jakarta, mediakorannusantara.com — Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut bahwa Indonesia telah berhasil mencapai status swasembada pangan berdasarkan indikator batas maksimal impor yang ditetapkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau FAO.

Amran saat memberikan keterangan pers di lingkungan Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/6/2026), mengatakan klaim keberhasilan swasembada tersebut merujuk pada ketentuan baku FAO tahun 1999 yang menyatakan sebuah negara dikategorikan swasembada jika pemenuhan impornya berada di bawah batas maksimal 10 persen.

Menteri Pertanian menjabarkan terdapat 12 komoditas pangan utama yang wajib dijaga ketat oleh kementerian dan lembaga terkait demi menjaga stabilitas nasional.

Dari total 12 komoditas pangan strategis tersebut, Indonesia tercatat sudah berhasil mencapai status swasembada dan bahkan melakukan ekspor untuk delapan komoditas di antaranya.

Saat ini tersisa tiga komoditas pangan saja yang masih memerlukan pasokan luar negeri guna memenuhi kebutuhan nasional yaitu bawang putih, daging sapi, dan kedelai.

Total kekurangan dari ketiga komoditas pangan yang belum swasembada tersebut jika diakumulasikan hanya mencapai kurang lebih sebanyak 3,5 juta ton saja.

Di sisi lain, total volume produksi pangan yang mampu dihasilkan oleh sektor pertanian domestik di dalam negeri saat ini sudah menyentuh angka 73 juta ton.

“Kebutuhan 68 juta ton, produksi kita 73 juta ton. Artinya kalau kita bagi 3,5 juta ton dibagi 73 juta ton itu 4-5 persen,” jelas Amran.

Dengan rasio ketergantungan impor yang hanya berkisar antara 4 hingga 5 persen tersebut, Indonesia secara agregat telah melampaui standar baku swasembada pangan yang ditetapkan dunia internasional.

Kementerian Pertanian juga menargetkan swasembada bawang putih dalam tiga tahun ke depan.

Sementara itu, Institute for Development of Economics and Finance atau Indef menilai tambahan anggaran Kementerian Pertanian perlu difokuskan di sektor produksi.(wa/an)

Related posts

Pemkot Surabaya Cegah Bullying di Kalangan Remaja Lewat Sosialisasi Dinamika Arek Suroboyo Hebat, Bangun Ekosistem Sekolah Aman dan Toleran

kornus

Pemprov Jatim Distribusikan Vaksin Covid-19 Untuk Surabaya Raya

kornus

Pemkot Surabaya dan BPS Sinkronkan Data Pokok Tahunan, Mulai Ekonomi hingga Kesehatan

kornus