KORAN NUSANTARA
Headline indeks Jatim

Tak Ada Lagi Antrean Panjang, Kadindik Jatim: Sudah 91 Ribu Siswa Ambil PIN SPMB 2026

Kadindik Jawa Timur, Aries Agung Paewai.

Surabaya (mediakorannusantara.com) – Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur memastikan proses pengambilan PIN dan verifikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 berjalan lancar. Hingga Selasa (2/6/2026), sebanyak 91 ribu lebih calon murid baru telah mengambil PIN sebagai syarat mengikuti tahapan seleksi berikutnya.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, di sela mendampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, meninjau SPMB 2026 di SMAN 5 dan SMAN 9 Surabaya, Selasa (2/6/2026).

Aries mengatakan proses pengambilan PIN telah dimulai sejak 29 Mei 2026 dan akan berlangsung hingga 9 Juni 2026. Sementara proses verifikasi dijadwalkan berakhir pada 10 Juni 2026.

“Jadi mulai tanggal 29 (Mei) kemarin kan sudah proses pengambilan PIN dan juga verifikasi sampai dengan tanggal 9 (Juni) proses pengambilan PIN, dan verifikasinya terakhir tanggal 10 (Juni),” kata Aries.

Menurut Aries, Dindik Jatim telah melakukan berbagai langkah antisipasi agar tidak terjadi antrean panjang seperti yang sempat terjadi pada tahun sebelumnya. Salah satunya dengan menyiapkan kuota layanan harian di setiap sekolah.

“Nah tentu kami berharap bahwa yang tahun lalu ada penumpukan di dalam proses pengambilan PIN, tahun ini alhamdulillah lebih lancar, dan banyak longgarnya. Kita sudah berikan kuota setiap hari itu 200 di setiap sekolah,” ujarnya.

Selain itu, Aries menyebut, layanan pengambilan PIN juga tetap dibuka pada akhir pekan dan hari libur guna memberikan kemudahan kepada masyarakat. “Sabtu, Minggu dan bahkan hari libur pun kita juga memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.

Aries menegaskan, langkah tersebut dilakukan agar masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk mengurus PIN sebagai syarat utama mengikuti jalur seleksi SPMB 2026.

“Karena kita tidak ingin lagi masyarakat merasa bahwa mereka punya waktu cukup singkat untuk mengambil PIN, karena PIN ini penting. PIN ini adalah proses untuk mereka melanjutkan ke jenjang tahapan berikutnya. Apakah domisili, afirmasi, mutasi maupun jalur-jalur lainnya,” katanya.

Untuk itu, Aries juga mengimbau masyarakat memanfaatkan waktu yang tersedia hingga batas akhir pengambilan PIN pada 9 Juni 2026.

“Nah ini tentu akan diharapkan bisa diambil kesempatan oleh masyarakat mereka memanfaatkan waktu yang ada sampai tanggal 9 (Juni),” pesannya.

Berdasarkan data sementara, jumlah calon peserta didik yang telah mengambil PIN mencapai lebih dari 91 ribu orang. Angka tersebut masih jauh di bawah kapasitas layanan yang telah disediakan.

“Kalau kita melihat dari data, ada 91 ribu sekian yang sudah mengambil PIN, dengan kuota 1.400.000. Jadi cukup banyak sebenarnya waktu dan juga fasilitas yang diberikan, tinggal masyarakat bisa mengakses,” kata Aries.

Ia menjelaskan, proses pengambilan PIN tidak harus dilakukan secara langsung di sekolah. Calon peserta didik dapat mengakses layanan secara daring terlebih dahulu, kemudian datang ke sekolah untuk proses verifikasi dan pelengkapan dokumen.

“Jadi PIN ini tidak mesti harus langsung, bisa juga mereka lewat online, nanti verifikasinya baru mereka bisa datang ke sekolah untuk mencukupi, melengkapi datanya apakah sudah sesuai atau belum,” paparnya.

Saat ditanya terkait kendala di lapangan, Aries memastikan hingga saat ini belum ditemukan masalah yang menghambat proses pelayanan.

“Alhamdulillah sampai sekarang ini kendala lapangan belum ada, karena yang ada itu karena sekolah SMP sederajat baru hari ini terakhir mereka kelulusan,” katanya.

Ia menambahkan, calon peserta didik yang belum menerima Surat Keterangan Lulus (SKL) tetap dapat melakukan pengambilan PIN dengan menggunakan surat keterangan sebagai siswa kelas IX.

“Tidak perlu khawatir, surat keterangan mereka di kelas IX pun bisa menjadi bagian dari proses untuk pengambilan PIN. Jadi sangat mudah, tidak perlu menunggu SKL-nya, surat keterangan mereka di kelas IX pun sudah bisa menjadi bagian dari proses untuk pengambilan PIN,” pungkasnya. (KN01)

 

Related posts

Kunjungi Juara Umum Proklim 2022, Wali Kota Eri Cahyadi Serahkan Penghargaan Kepada RW

kornus

Jatim Pertahankan Provinsi Terbanyak PPKM Level 1 se-Jawa Bali, Gubernur Minta Masyarakat Tetap Disiplin Prokes dan Percepat Vaksinasi

kornus

Gara-Gara Pinjami Uang ke Yayasan, Nenek Renta 82 Tahun Ini Diperiksa Krimsus Polda Jatim

kornus