KORAN NUSANTARA
Hallo Nusantara Headline Jatim

Jembatan Perintis Garuda Resmi Beroperasi, Pangkas Jarak Tempuh Warga Siliragung dan Bangorejo

Komandan Kodim 0825/Banyuwangi, Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya, meresmikan Jembatan Perintis Garuda di Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

Banyuwangi,mediakorannusantara.com Komandan Kodim 0825/Banyuwangi, Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya, meresmikan Jembatan Perintis Garuda di Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Senin guna mempermudah akses pendidikan serta aktivitas warga setempat. Jembatan gantung yang dibangun oleh TNI AD ini menghubungkan Desa Seneporejo di Kecamatan Siliragung dengan Desa Sambirejo di Kecamatan Bangorejo, di mana sebelumnya warga harus memutar cukup jauh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Dalam keterangan tertulis yang diterima di Banyuwangi pada Senin malam, Letkol Triyadi menjelaskan bahwa manfaat utama jembatan ini adalah untuk memudahkan anak-anak sekolah dan aktivitas mengaji yang sebelumnya harus menyeberang sungai atau mengambil jalur lebih jauh.

Selain aspek pendidikan, keberadaan jembatan ini diyakini akan meningkatkan nilai ekonomi kawasan karena mobilitas barang dan hasil pertanian menjadi lebih lancar. Letkol Triyadi merinci bahwa jembatan gantung tersebut dibangun di atas Sungai Bango dengan lebar sungai sekitar 34 meter, sementara bentangan jembatan mencapai 50 meter dengan lebar 1,60 meter.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi, MY Bramuda, yang turut hadir dalam peresmian tersebut menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan TNI dalam pembangunan infrastruktur ini. Beliau menegaskan bahwa hal ini merupakan bukti negara hadir menjawab kebutuhan akses ekonomi dan pendidikan masyarakat, serta menyatakan kesiapan pemerintah kabupaten untuk terus mendukung program serupa.

Kegembiraan juga dirasakan oleh masyarakat setempat, salah satunya Maryam yang mengaku sangat bersyukur atas pembangunan jembatan tersebut. Ia menceritakan bahwa selama puluhan tahun dirinya dan warga lain harus menyeberangi sungai untuk beraktivitas. Maryam menuturkan bahwa dulu jika ingin ke sawah atau anak-anak hendak mengaji, mereka harus menyeberangi sungai atau terkadang harus memutar jalan, namun sekarang akses menjadi lebih mudah dan ia pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak TNI.( wa/at)

Related posts

Terjebak Reruntuhan Jembatan Widang Tuban, 2 Sopir Truk Tewas

redaksi

Surabaya akan Menjadi ‘Medan Tembak’ Atlet Internasional

kornus

Inflasi Surabaya Terkendali, Pemkot Surabaya Gelar Operasi Pasar dan Sederhanakan Rantai Distribusi

kornus