Jakarta, mediakorannusantara.com-Kejaksaan Agung Republik Indonesia secara resmi melakukan rotasi besar-besaran dengan mengganti 43 Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di berbagai wilayah Indonesia
.Kebijakan ini merupakan bagian dari mutasi dan rotasi terhadap total 68 pejabat di lingkungan Kejaksaan RI. Langkah strategis tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor KEP-IV-1734/C/12/2025 yang diterbitkan pada 24 Desember 2025 dan ditandatangani oleh Jaksa Agung Muda Pembinaan, Hendro Dewanto.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menjelaskan di Jakarta bahwa pergantian jabatan ini dilakukan demi kepentingan penyegaran organisasi.
Selain itu, mutasi ini bertujuan untuk mengisi kekosongan jabatan guna memastikan pelayanan hukum dan penegakan hukum tetap berjalan dengan cepat dan efektif di seluruh daerah.
Daftar pejabat yang menempati posisi baru di antaranya adalah Fajar Gurindro yang kini menjabat sebagai Kajari Kabupaten Tangerang, Topik Gunawan sebagai Kajari Jakarta Timur, Semeru sebagai Kajari Kabupaten Bekasi, dan Ridwan Sujana Angsar sebagai Kajari Medan.
Di wilayah Jawa, jabatan penting lainnya diisi oleh Banu Laksamana di Cimahi, Hendro Wasisto di Lamongan, serta Romulus Haholongan di Blitar.
Sementara itu, untuk wilayah timur dan luar Jawa, terdapat nama-nama seperti Adam Saimima sebagai Kajari Jayapura, I Putu Eka Suyantha sebagai Kajari Mimika, serta Olan Laurance Hasiholan Pasaribu sebagai Kajari Kabupaten Gorontalo.
Beberapa pergantian lainnya mencakup Anggiat AP Pardede di Pringsewu, Ryan Palasi di Tanah Datar, I Gede Widhartama di Ogan Komering Ilir, Lingga Nuarie di Minahasa Utara, Khristiya Luthfiasandi di Blora, Asvera Primadona di Prabumulih, dan Bagus Nur Jakfar Adi Saputro di Kepahiang. Nama-nama lain yang turut dilantik adalah Teuku Panca Adhyaputra di Belitung, Erwin J di Bulukumba, I Gusti Ayu Agung Fitria Chandrawati di Lombok Timur, Rivo Chandra Makarupa Medellu di Kota Kediri, B. Hermanto di Ngawi, Rama Eka Darma di Minahasa, Dino Kriesmiardi di Nganjuk, serta Zulham Pardamean di Barito Selatan.
Penyegaran ini juga menyentuh wilayah Aceh hingga Papua, dengan penempatan R. Indra Senjaya di Klungkung, Rozano Yudistira di Aceh Selatan, Conny Novita Sahatapy di Kabupaten Pekalongan, Krisdianto di Kabupaten Banjar, Fik Fik Zulrofik di Bungo, Fadjar di Maluku Tenggara, Gunawan Wisnu Murdiyanto di Muara Enim, Sterry Fendy Andy di Buton, Eka Nugraha di Pelalawan, Janu Arsianto di Seluma, Nislianudin di Sumenep, Ema Siti Huzaemah Ahmad di Musi Rawas, Erny Veronica Maramba di Kota Tasikmalaya, Farriman Isandi Siregar di Pacitan, Hamidi di Penukal Abab Lematang Ilir, Eben Ezer Mangunsong di Sanggau, Budi Triono di Hulu Sungai Utara, serta Abvianto Syaifulloh di Bangka Tengah ( wa/ar)
