KORAN NUSANTARA
Jatim

RPH Kota Kediri olah limbah jadi pupuk organik

Kediri,mediakorannusantara.com –  Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengapresiasi pengolahan limbah yang dihasilkan dari rumah potong hewan (RPH) di kota ini diolah menjadi pupuk organik sehingga ada nilai lebih bahkan bisa untuk masyarakat.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengakui bau limbah sisa pemotongan hewan awalnya juga menjadi kendala tersendiri, namun kini sudah diatasi dengan dimanfaatkan sebagai pupuk.

“Menanggapi aduan masyarakat terkait bau, makanya dari sekarang jangan menumpuk limbah sisa pemotongan hewan agar tidak menimbulkan bau, sehingga masyarakat tidak komplain lagi. Saya senang melihat pengolahan limbah dibuat pupuk di RPH ini. Tadi dapat cerita bahwa pupuk ini sudah diujicobakan ke tanaman jambu dan hasilnya ternyata bagus,” katanya di Kediri, Kamis.14/1

Wali Kota juga berpesan jika membeli alat untuk pemotongan hewan dan pengolahan limbah harus efektif dan tepat guna.

“Jangan sampai membeli alat yang super canggih namun tidak bisa mengoperasikannya, sehingga sia-sia,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala RPH Kota Kediri Hariyanto menceritakan bahwa dulu sebelum dimanfaatkan sisa pemotongan hewan hanya ditumpuk dan dibiarkan sehingga menimbulkan bau tidak sedap. Setelah adanya aduan masyarakat, RPH melakukan perbaikan-perbaikan dalam mengolah limbah agar tidak bau.

“Berkat belajar dan menggunakan teknologi limbah, kini sudah tidak bau lagi dan semua bisa jadi pupuk sehingga semua bermanfaat,” kata Hariyanto.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Mohammad Ridwan mengatakan bahwa pupuk hasil pengolahan limbah ini bisa diambil secara gratis dan digunakan oleh masyarakat sekitar.

“Kami mengedukasi masyarakat bahwa pupuk ini bagus digunakan untuk tumbuhan. Contohnya tumbuhan yang ada di sini diberi pupuk dari RPH ini, hanya perlu waktu lima bulan sudah menghasilkan buah,” ungkapnya.

Di RPH itu, dalam setiap harinya memotong hewan cukup banyak. Rata-rata hewan yang dipotong adalah sapi untuk memenuhi kebutuhan daging di Kota Kediri. Daging yang sudah dipotong itu didistribusikan ke sejumlah pasar tradisional di Kota Kediri, salah satunya di Pasar Setonobetek, Kota Kediri.

Kondisi RPH Kota Kediri juga terawat dengan baik. Lingkungannya juga selalu dibersihkan, sehingga dengan lingkungan yang bersih kualitas daging dari hewan yang disembelih juga lebih terjamin. (wan/an)

Related posts

Sebanyak 1.200-an peserta BPJS Kesehatan Kediri turun kelas

Pakde Karwo : Transmigrasi Untuk Sejahterakan Rakyat

kornus

Banser Tegaskan Siap Bantu TNI/Polri lawan Pencoleng Agama

Leave a Comment