Menjaga Keamanan Kota Surabaya Melalui Kamera Face Recognition

64 views

Surabaya (MediaKoranNusantara.com) – CCTV (Closed-circuit television) saat ini menjadi kian jamak dimanfaatkan di kota-kota metropolitan. Bahkan, CCTV menjadi andalan kota-kota besar untuk memantau keadaan masyarakatnya. Di Kota Surabaya, penggunaan CCTV pertama kali ditempatkan di traffic light atau persimpangan jalan untuk manajemen lalu lintas. Seiring berjalannya waktu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggandeng pihak kepolisian menerapkan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik yang memanfaatkan CCTV.Namun, rupanya terobosan yang dilakukan Pemkot Surabaya tak berhenti sampai di situ. Terbaru, pemkot memiliki terobosan baru dengan mengembangkan CCTV berbasis face recognition untuk menunjang sistem keamanan dan kenyamanan kota. Dengan menerapkan teknologi baru ini, pemkot ingin memastikan warga Kota Pahlawan mendapat jaminan keamanan secara real time selama 24 jam nonstop. Di sisi lain, teknologi ini diharapkan juga membantu pekerjaan petugas penjaga keamanan, baik itu dari pemkot, kepolisian maupun TNI.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, terobosan teknologi terbaru ini, bertujuan untuk memantau dan memberikan keamanan bagi masyarakat. Teknologi itu mampu menangani berbagai masalah yang terjadi di jalan raya. Misalnya saja, jika terjadi kecelakaan tabrak lari, maka kejadian itu dapat tertangkap kamera yang terkoneksi dengan database kependudukan.

“Jadi kelebihannya di situ, kan kita tidak tahu orang itu siapa (pelaku), maka dapat di zoom wajahnya lalu kami hubungkan dengan data kependudukan, jadi kita sudah siapkan itu,” kata Walikota Risma.

Hingga saat ini, Pemkot Surabaya memiliki sekitar 1300 unit CCTV yang berfungsi untuk pemantauan (surveillance). Sedangkan CCTV yang dilengkapi fitur face recognition atau pendeteksi wajah, berjumlah 280 unit. Rencanannya, jumlah tersebut akan terus ditambah dengan menyesuaikan kebutuhan di lapangan. “Tahun 2020 ini rencananya kami juga menambah jumlah unit CCTV dengan kemampuan face recognition,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya, M. Fikser.

Pria kelahiran Serui, Papua ini juga menyebutkan, face recognition tak hanya dipasang di traffic light atau persimpangan jalan. Di tempat-tempat umum atau obyek vital, pemkot juga memaksimalkan teknologi baru itu. Hal ini sebagai salah satu langkah untuk mencegah tindak kejahatan atau kriminalitas di Surabaya. “Makanya kita juga pasang CCTV di taman-taman kota, tempat ibadah, rumah pompa, hingga kantor pemerintahan,” ujar Fikser.

Tak hanya dipasang di kawasan yang dinilai rawan, pemasangan CCTV Face Recognition juga diprioritaskan di sekolah-sekolah sebagai langkah pencegahan tindak kejahatan penculikan anak. Fitur ini bisa mengidentifikasi gerak-gerik pelaku yang mencurigakan sekaligus mengenali wajahnya. Tidak menutup kemungkinan, ke depannya teknologi ini juga digunakan untuk mencegah tindak kejahatan lain.

Bahkan, rencananya, fitur face recognition juga bakal dipasang di daerah atau kawasan yang biasa dijadikan tempat pembuangan sampah sembarangan atau aksi-aksi vandalisme. Untuk itu, Diskominfo berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) dalam menentukan titik-titik yang rawan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat menyampaikan, CCTV di Surabaya memiliki beragam fungsi. Di samping untuk mengawasi lalu lintas atau memantau volume kendaraan, CCTV juga dimanfaatkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan warga Surabaya. “Tujuan pemasangan kamera adalah untuk Surabaya Save City. Makanya kita berkoordinasi dengan Diskominfo. Jadi, selain untuk pengamanan juga pengaturan lalu lintas, E-Tilang dan Face Recognition,” kata Irvan.

Teknologi face recognition sebelumnya juga dipasang di Terminal Purabaya. Teknologi itu, kata Irvan, difungsikan untuk mendeteksi para pendatang maupun mengantisipasi adanya calo yang ada di terminal tersebut. “Tujuannya pertama untuk mendeteksi adanya calo di terminal. Selain itu juga berfungsi untuk mendeteksi para pendatang,” katanya.

Dengan dikembangkannya CCTV Face Recognition ini, Kota Surabaya telah memiliki teknologi yang mampu digunakan untuk mencegah tindak kejahatan dan mampu memberikan data-data akurat sebagai landasan dirumuskannya suatu kebijakan. Selain itu, CCTV tersebut juga bisa digunakan untuk membantu petugas dalam upaya penindakan pelaku kejahatan.

Para pelaku kejahatan pun harus berfikir seribu kali sebelum melakukan aksinya di Kota Surabaya. Dengan banyaknya titik CCTV yang tersebar, masyarakat Surabaya pun merasa semakin terlindungi. Tidak hanya terlindungi dari perbuatan melanggar lalu lintas di jalan raya, mereka juga terlindungi dari perbuatan kriminal di tempat-tempat umum. (KN01)

Category: Headline, indeks, Lapsus, Surabaya Tags: , , , , , , ,