Maluku Utara Diguncang Gempa Hingga 74 Kali

12 views


Ternate (MediaKoranNusantara.com) – Hingga Jumat (15/11/2019) pagi, gempa susulan yang mencapai 74 kali telah mengguncang wilayah Maluku Utara. Getaran gempa terbesar mencapai 7,1 yang berpusat di laut sekitar 134 kilometer barat Jailolo, Halmahera Barat. Gempa ini telah memicu tsunami kecil di sejumlah wilayah.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) awalnya menyebutkan, kekuatan gempa M 7,4 dengan kedalaman sumber 10 kilometer (km), yang kemudian dimutakhirkan menjadi M 7,1 dengan kedalaman 73 km. Episenter terletak pada koordinat 1,67 Lintang Utara dan 126,39 Bujur Timur.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis menengah akibat penyesaran dalam Lempeng Laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis menengah akibat penyesaran dalam Lempeng Laut Maluku.

Hasil pemodelan BMKG menunjukkan, gempa bumi ini berpotensi tsunami dengan status ancaman “waspada” untuk daerah Minahasa Utara bagian selatan, Sulawesi Utara. Status “waspada” artinya potensi tsunami kurang dari 50 sentimeter dan masyarakat diminta menjauh dari pantai dan sungai.

Berdasarkan monitoring tide gauge, terdeteksi adanya kenaikan muka air laut di Ternate, Maluku Utara setinggi 6 cm sekitar 23.43 WIB atau sekitar 26 setelah gempa bumi. Di Jailolo terdeteksi kenaikan muka air laut setinggi 9 cm juga pada pukul 23.43 WIB, dan di Bitung terjadi kenaikan muka air laut 10 cm pada pukul 00.08 Jumat dinihari.

Sementara itu, Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba mengimbau agar masyarakat yang terkena dampak gempa berkekuatan 7,1 magnitudo untuk tetap tenang dan berikhtiar pascagempa yang terjadi pada Jumat dini hari.

“Tentunya, kami imbau warga Malut, terutama di pesisir pantai untuk tetap sabar dan terus berikhtiar pascagempa yang melanda di daerah ini dan jangan panik. Masyarakat agar tetap tenang tidak terpancing dengan berbagai isu-isu tidak bertanggung jawab,” kata Gubernur Malut melalui Karo Protokol, Kerja Sama dan Komunikasi Publik Pemprov Malut, Muliadi Tutupoho.

Menurut dia, Pemprov Malut tetap memantau perkembangan pasca-gempa berkekuatan 7,1 magnitudo di wilayah Malut dan kalaupun adanya kerusakan harus dilakukan pendataan.

Oleh karena itu, Pemprov Malut telah menginstruksikan kepada instansi terkait untuk turun ke lapangan melalui pengecekan pasca-gempa berkekuatan 7,1 magnitudo, namun sejauh ini belum ada laporan mengenai kerusakan rumah maupun infrastruktur dan korban jiwa.

Sementara itu, Petugas BMKG Ternate, Hermizal juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Kami meminta agar warga kembali ke rumahnya masing-masing, karena gempa bumi magnitudo 7,1 telah aman dan peringatan dini tsunami telah berakhir,” kata Hermizal.

Olehnya itu, dirinya meminta masyarakat di Ternate dan berbagai daerah lainnya di Malut untuk tidak terpancing dengan berbagai informasi dan berita-berita tidak bertanggung jawab terkait dengan adanya gempa bumi 7,1 magnitudo dan selalu memperbarui informasi terkini dari BMKG maupun pemerintah daerah setempat.

Wilayah Jailolo Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, sudah tiga kali mengalami gempa bumi dalam kurun waktu sekitar 30 menit, pada Jumat pagi.

Kini gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang Jailolo pada pukul 04.37 WIB, berdasarkan laman dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Gempa itu tidak berpotensi tsunami. Lokasi gempa berada pada 1.49 lintang utara, 126.39 bujur timur (137 kilometer barat laut Jailolo-Maluku Utara) dengan kedalaman 10 kilometer.

Sebelumnya, pada pukul 03.54 WIB Jailolo diguncang gempa berkekuatan magnitudo 5,3. Lokasi gempa berada pada 1.66 lintang utara, 126.38 bujur timur (137 kilometer barat laut Jailolo-Maluku Utara) dengan kedalaman 10 kilometer.(kcm/ara/ziz)

Category: indeks, Nasional Tags: