Kisah Warga Pedalaman Flores, Rela Jalan Kaki 1 KM dan Panjat Pohon Demi Sinyal Telepon

114 views

Ist.

Ende (mediakorannusantara.com) – Warga Desa Detuwulu, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, Flores, NTT hingga kini belum menikmati jaringan telepon.

Kalau hendak menelepon, warga harus berjalan kaki sejauh 1 kilometer menuju tempat yang ada sinyal.

Kepala Desa Detuwulu Donbosko Kami mengungkapkan, hingga saat ini desanya masih sangat terisolasi karena tidak ada sinyal telepon.

Ia menuturkan, sangat susah memperoleh informasi setiap ada pemberitahuan penting dari dinas karena tidak ada jaringan telepon.

Kadang kala, ia jarang ikut kegiatan yang diselenggarakan mendadak di kecamatan dan kabupaten karena terlambat dapat informasi.

Ia mengatakan, di desanya itu banyak fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, dan kantor desa yang sangat membutuhkan sinyal untuk menginput data.

Ia menyebut, warga sangat merindukan sinyal masuk desa itu agar bisa berkomunikasi dengan sanak keluarga dan berselancar di media sosial.

“Warga desa saya itu kalau mau telepon harus jalan kaki 1 kilometer. Sekarang kan zamannya internet, kami sangat rindu bisa online di rumah tanpa harus jalan kaki,” ungkap Donbosko, seperti dilansir dari Kompas, Senin (9/3).

“Warga ramai-ramai datang ke tempat yang ada sinyal ini. Sampai di sini kami harus panjat pohon lagi untuk bisa dapat sinyal agar bisa menelepon dengan keluarga di luar daerah,” sambung dia.

Donbosko meminta kepada Menteri Kominfo Indonesia, Joni Plate agar bisa membuka akses jaringan telepon dan internet ke Desa Detuwulu tersebut.

Hal itu sangat penting, mengingat zaman sekarang, jaringan telepon menjadi salah satu kebutuhan pokok seluruh masyarakat.

Desa Detuwulu merupakan salah satu terpencil di Kabupaten Ende, Flores, NTT.

Jaraknya 74 kilometer dari Kota Ende, ibu kota Kabupaten Ende.(kc)

Category: Hallo Nusantara, Headline Tags: ,