Corona Mewabah, Driver Ojol Dapat Keringanan Cicilan Motor

13 views

Jakarta (mediakorannusantara.com) – Dua insentif diberikan pemerintah untuk pekerja informal harian seperti pengemudi atau driver ojek online di tengah penyebaran virus corona atau Covid-19. Insentif ini diberikan di untuk menjaga daya beli para driver.

“Pemerintah terus mendampingi komponen ekonomi kita agar tetap mampu bangkit dan selesaikan masalah ini,” kata Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono, dalam konferensi pers online bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Kamis (26/3).

Sepanjang bulan, penyebaran virus corona yang terus meluas telah memaksa pemerintah mengimbau masyarakat untuk bekerja dan beribadah dari rumah. Akibatnya, mobilitas masyarakat dan jumlah pendapatan dari supir ojek online pun berkurang.

Adapun insentif yang diberikan yaitu sebagai berikut:

Bantuan Langsung Tunai (BLT)
Susi mengatakan, kelompok masyarakat yang paling terdampak virus corona bakal mendapat BLT dari pemerintah. Kelompok ini terdiri dari pedagang di warung dan toko kecil, pedagang pasar, pengemudi atau driver ojek online, hingga pekerja harian yang ada di pusat perbelanjaan.

Bantuan untuk driver ojek online dan pedagang ini khusus diberikan di perkotaan, karena menjadi area yang paling terdampak virus corona dibandingkan pedesaan. Untuk itu, pemerintah pusat akan meminta data dari pemerintah daerah, asosiasi pasar, perusahaan ojek online, Gojek dan Grab, hingga Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI).

Penundaan Cicilan Motor
Saat ini, pemerintah juga sedang melakukan finalisasi aturan relaksasi kredit alias penundaan cicilan motor di lembaga non-bank, seperti leasing company. “Kemarin presiden sudah sampaikan relaksasi bunga dan penundaan cicilan satu tahun ini sedang dirumuskan OJK (Otoritas Jasa Keuangan),” kata Susi.

Beberapa hari lalu, relaksasi kredit untuk pekerja informal harian seperti driver ojek online sudah diluncurkan OJK. Relaksasi ini diatur dalam Peraturan OJK NoMOR 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Covid-19. Namun, relaksasi baru sebatas kredit di perbankan.

Insentif Rp 100 Miliar dari Perusahaan
Insentif tidak hanya diberikan pemerintah. Pimpinan hingga karyawan di salah satu perusahaan penyedia jasa ojek online, Gojek Indonesia, bersama-sama memangkas gaji mereka dan mendonasikan untuk membantu ratusan ribu mitra perusahaan, baik pengemudi dan merchant.

“Mereka pahlawan tanpa pamrih, mereka yang terus bekerja dan berjuang di jalan,” kata Co-CEO Gojek, Andre Soelistyo dalam Media Conference Call di Jakarta, Selasa (24/3). Sampai hari ini, dana yang sudah terkumpul mencapai Rp 100 miliar dan masih akan terus bertambah.

Uang ini salah satunya bersumber dari gaji Andre dan jajaran manajemen senior Gojek lainnya. Gaji tahunan mereka selama 12 bulan ke depan dipotong 25 persen untuk diberikan kepada driver hingga merchant.

Andre mengatakan, situasi ini pun membuat pendapatan dari para mitra Gojek pun ikut menurun. Sebab, mobilitas dari para pelanggan mereka berkurang dengan adanya himbauan bekerja dari rumah dan social distancing. Sehingga, dana bantuan ini pun dimaksudkan untuk mendukung stabilitas finansial mitra driver sambil mereka menunggu situasi kembali kondusif.(tc)

Category: ekbis, Headline Tags: ,